Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peternak Tak Boleh Kekurangan Pakan, Stok Mesti Terus Dipantau

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 11:23 WIB | Oleh:
Peternak Tak Boleh Kekurangan Pakan, Stok Mesti Terus Dipantau Doc: ist
Ket. perlu jaga stok pakan

JAKARTA -  Pakan bagi para peternak adalah hidup mati, maka tak boleh ada kelangkaan. Untuk itu, Pemerintah memperkuat pemantauan stok dan distribusi jagung pakan untuk menjaga ketersediaan bahan baku pakan sekaligus mendukung keberlanjutan usaha peternak rakyat.

"Pemerintah ingin memastikan pasokan tersedia, distribusinya berjalan baik, dan peternak memperoleh jagung dengan harga yang wajar,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda terkonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Dia menyampaikan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bersama Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan); Badan Pangan Nasional (Bapanas); dan Satgas Pangan Polri melakukan verifikasi kondisi stok dan distribusi jagung dari sentra produksi hingga pengguna akhir.

Agung mengatakan Kementan merespons aspirasi peternak, terutama peternak ayam petelur rakyat yang sangat bergantung pada jagung sebagai bahan utama pakan.

“Kami menerima aspirasi dari peternak terkait kenaikan harga jagung pakan. Ini menjadi perhatian bersama karena pakan merupakan komponen terbesar dalam biaya produksi," ujarnya.

Menurut Agung, pemantauan akan difokuskan pada rantai pasok di wilayah sentra produksi dan industri pakan. Tim akan melihat kesesuaian antara data stok, kondisi fisik di lapangan, serta kelancaran distribusi ke peternak.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Gunawan, mengatakan berdasarkan informasi Badan

Pusat Statistik (BPS) maupun pendataan melalui petugas informasi pasar dan penyuluh, ketersediaan jagung secara nasional berada dalam kondisi mencukupi.

“Kami ingin memastikan distribusinya berjalan dengan baik dan tidak ada hambatan yang mengganggu pasokan ke pasar,” ujar Gunawan.

Pemantauan akan dilakukan pada sejumlah titik pengumpulan dan gudang/silo pedagang yang berperan dalam distribusi jagung di wilayah strategis, khususnya pada sentra produksi jagung dan kawasan dengan konsentrasi populasi serta kebutuhan peternakan yang tinggi.

Langkah itu dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi stok, kelancaran distribusi, serta perkembangan harga jagung di tingkat lapangan.

Kementan menegaskan upaya menjaga stabilitas jagung perlu memperhatikan keseimbangan di sepanjang rantai pasok.

Petani perlu memperoleh harga yang memberikan insentif untuk terus berproduksi, sementara peternak membutuhkan bahan baku pakan dengan harga yang mendukung keberlanjutan usahanya.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan mengatakan verifikasi lapangan diperlukan agar langkah pemerintah didasarkan pada kondisi stok dan distribusi yang sebenarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Olahraga
Leeds Siap Adang Kebangkita...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.