Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sumedang Jadi Daerah dengan Karhutla Terbanyak di Jawa Barat

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 16:22 WIB | Oleh:
Sumedang Jadi Daerah dengan Karhutla Terbanyak di Jawa Barat Doc: antara foto
Ket. Karhutla di wilayah Sumedang, Jawa Barat.

SUMEDANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar) mengungkapkan Kabupaten Sumedang menjadi daerah dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbanyak di provinsi itu hingga Agustus 2026.

Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar Hadi Rahmat Hardjasasmita di Bandung, Selasa, mengatakan berdasarkan data yang diperbarui pada 27 Agustus 2026 Sumedang mencatat kejadian 20 karhutla.

"Kabupaten Sumedang tercatat memiliki kejadian karhutla paling banyak dengan 20 kejadian berdasarkan pembaruan data sampai 27 Agustus 2026," katanya.

Setelah Sumedang, lanjutnya, Kabupaten Majalengka tercatat ada 15 kejadian karhutla, kemudian Kabupaten Bandung dan Kabupaten Subang masing-masing 13 kejadian.

Secara keseluruhan BPBD Jawa Barat mencatat 138 karhutla yang tersebar pada 94 kecamatan dan 160 desa atau kelurahan dengan total luas wilayah terdampak mencapai 199,60 hektare.

"Dari 138 kejadian tersebut, wilayah yang terdampak mencapai 199,60 hektare dan tersebar pada sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Barat," ujarnya.

Meski Sumedang menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak, kata dia, Kabupaten Sukabumi mencatat luas wilayah terdampak paling besar yakni mencapai 49,20 hektare.

Selanjutnya Kabupaten Majalengka memiliki luas terdampak 25,91 hektare, Kabupaten Kuningan 23,80 hektare, Kabupaten Sumedang 21,68 hektare, dan Kabupaten Cirebon 20,73 hektare.

"Data kejadian dan luasan terdampak ini terus kami lakukan pemantauan dan pembaruan berdasarkan laporan yang diterima dari wilayah," katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan yang mudah terbakar.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/ kota serta instansi terkait untuk memperkuat pemantauan, mempercepat pelaporan, dan melakukan penanganan apabila terjadi karhutla di wilayah masing-masing.

Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang Hendar, sebelumnya mengatakan pihaknya terus meningkatkan pemantauan vegetasi yang mulai mengering serta menggencarkan edukasi agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

"Yang paling penting adalah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih memahami kondisi cuaca ketika memasuki musim kemarau supaya tidak terjadi kelalaian yang berpotensi menyebabkan kebakaran," ujarnya.

Edukasi dinilai penting mengingat sebelumnya, kata dia, hasil penanganan di lapangan tidak menemukan indikasi kebakaran dipicu pembukaan lahan, melainkan dampak dari kelalaian masyarakat di tengah kondisi vegetasi yang mudah terbakar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...
Daerah
Embung Sebayar Jadi Sumber ...
Megapolitan
Al Azhar Galang Donasi untu...

Edukasi bahaya mikroplastik

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Edukasi bahaya mikroplastik
Luar Negeri
Bento Beku Makin Populer di...
Luar Negeri
Sengit dengan Tarif AS, Kan...

Transaksi video commerce meningkat

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Transaksi video commerce me...
Advertisement
Indonesia-Singapura Umumkan Penggunaan Mata Uang Lokal untuk Transaksi Bilateral

Indonesia-Singapura Umumkan Penggunaan Mata Uang Lokal untuk Transaksi Bilateral

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.