NASA Luncurkan Teleskop Roman, Petakan Miliaran Galaksi dan Cari 100.000 Eksoplanet
📅 Senin, 31 Agu 2026, 19:35 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohLebih dari 6.000 eksoplanet telah ditemukan hingga saat ini, tetapi Roman diperkirakan mampu memperluas sensus planet di Galaksi Bima Sakti secara signifikan. Hasil pengamatan tersebut dapat membantu ilmuwan mengetahui seberapa umum planet mengorbit berbagai jenis bintang serta bagaimana karakteristik planet berubah berdasarkan jarak orbitnya.
Roman juga membawa Coronagraph Instrument, meski perangkat tersebut bukan instrumen utama untuk survei luas. Instrumen ini merupakan demonstrasi teknologi yang menggunakan masker optik dan cermin yang dapat berubah bentuk untuk menghalangi cahaya bintang sehingga objek yang jauh lebih redup di sekitarnya dapat diamati.
Teknologi tersebut akan diuji untuk mengetahui kemampuan teleskop dalam melakukan pencitraan langsung terhadap planet dan cakram puing yang cahayanya dapat mencapai satu miliar kali lebih redup dibandingkan bintang induknya. Jika berhasil, teknologi ini dapat membuka jalan bagi pengembangan metode pengamatan eksoplanet secara langsung pada misi-misi berikutnya.
"Saat diluncurkan, wahana ini akan melakukan hal-hal yang saat ini mustahil," kata Shawn Domagal-Goldman, kepala divisi astrofisika NASA, dalam konferensi pers pada Juli. "Dalam banyak hal, target astronomi yang dikejar Roman, yang dirancang untuk dipelajari, adalah alam semesta itu sendiri."
Nama Roman diambil dari Nancy Grace Roman, astronom yang menjadi kepala astronom pertama NASA dan memiliki peran penting dalam membangun program astronomi luar angkasa badan tersebut. Kontribusinya ikut mendorong investasi awal NASA terhadap observatorium yang ditempatkan di orbit sehingga dapat melakukan pengamatan tanpa gangguan atmosfer Bumi.
Upaya tersebut kemudian melahirkan sejumlah observatorium luar angkasa penting, termasuk Hubble, Compton Gamma Ray Observatory, Chandra X-ray Observatory, dan Spitzer Space Telescope. Misi berikutnya seperti Kepler dan James Webb Space Telescope kemudian memperluas pencarian planet di luar Tata Surya sekaligus membuka kesempatan untuk mengamati alam semesta pada masa yang lebih awal.
Roman nantinya memiliki peran yang berbeda dari James Webb. Jika Webb dirancang untuk melakukan pengamatan sangat sensitif terhadap target tertentu, Roman akan melakukan survei langit dalam cakupan yang jauh lebih luas dan menghasilkan kumpulan data berukuran besar.
Data yang diperoleh Roman juga dapat digunakan untuk menentukan target yang menarik untuk diamati lebih mendalam oleh Webb dan observatorium lainnya. Dengan demikian, kedua teleskop tersebut dapat saling melengkapi dalam mengungkap objek dan fenomena yang sebelumnya sulit dipelajari.
Julie McEnery, pemimpin tim sains Roman, mengatakan misi tersebut membawa kemampuan baru yang berpotensi membuka berbagai kemungkinan penemuan.
Ia menyebut Roman memiliki "kemampuan baru yang mendasar yang akan membuka ruang penemuan baru."
Dengan cakupan pengamatan yang sangat luas, Roman diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam era baru eksplorasi astronomi. Data yang dikumpulkannya tidak hanya akan membantu menjawab pertanyaan mengenai planet dan galaksi, tetapi juga dapat memberikan petunjuk baru tentang bagaimana alam semesta bekerja dan berevolusi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!