Memanas Lagi, AS dan Iran Saling Serang untuk Pertama Kalinya Setelah Sebulan Jeda
📅 Senin, 31 Agu 2026, 09:00 WIB | Oleh: Lili LestariBessent mengatakan kepada Associated Press pada hari Minggu bahwa AS akan mengumumkan tindakan terhadap bank lain dalam beberapa hari mendatang.
Perang selama enam bulan antara AS dan Iran menemui jalan buntu , dan pembicaraan antara Washington dan Teheran telah gagal.
Presiden AS Donald Trump telah berupaya untuk mengakhiri konflik tersebut, yang telah memicu inflasi dan tidak populer di kalangan pemilih Amerika menjelang pemilihan paruh waktu yang krusial pada bulan November.
Di Teheran pada hari Minggu, Korps Garda Revolusi Islam mengatakan pasukan udara mereka telah melakukan serangan balasan terhadap infrastruktur teknis dan pemeliharaan serta posisi jet tempur di dua pangkalan udara Amerika di Yordania, menggunakan rudal balistik dan drone.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mereka mengatakan AS tidak akan mampu "melemahkan kendali Iran atas Selat Hormuz melalui agresi" dan mengancam akan "merespons dengan keras" setiap serangan.
IRGC juga mengatakan serangan AS menewaskan beberapa personel militer dan warga sipil.
Juru bicara Garda Revolusi Iran, Hossein Mohebbi, menyebut serangan itu sebagai "kesalahan strategis dan fatal" yang "akan mengubah keseimbangan melawan mereka yang merencanakannya".
Terlepas dari sifat serangan AS yang tampaknya terbatas, baku tembak antara Washington dan Teheran berisiko meningkatkan ketegangan dan kembalinya kekerasan antara kedua pihak yang bermusuhan.
Militer AS telah menyelesaikan pembersihan ranjau dari jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz pekan lalu, kata Hawkins.
Sebelum AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada bulan Februari, sekitar seperlima minyak dan gas dunia diangkut melalui jalur air strategis tersebut.
AS mempertahankan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, dan sejak pertengahan Juli telah menembaki tiga kapal komersial untuk melumpuhkannya dan memutar balik lebih dari 80 kapal, menurut Centcom.
“Pasukan AS memantau area tersebut dengan cermat dan tetap siap untuk melindungi arus perdagangan bebas” melalui Selat Hormuz, kata Hawkins.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!