Dibayangi Pelemahan - 31 Agustus 2026
📅 Senin, 31 Agu 2026, 08:55 WIB | Oleh: Muchamad IsmailJAKARTA – Rupiah diperkirakan rentan melemah pada awal pekan ini.
Pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil mencermati sejumlah indikator ekonomi domestik yang akan dirilis pada awal September.
Data tersebut menjadi penting untuk membaca arah in flasi, daya beli, dan kondisi perekonomian nasional, seka ligus memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia.
Di tengah ketidakpastian pasar global, sentimen domestik akan menjadi penentu penting bagi pergerakan rupiah selanjutnya.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai data in flasi nasional menjadi indikator krusial bagi Bank Indonesia (BI) menentukan arah kebijakan moneter dan suku bunga ke depan.
Kekhawatiran terhadap biaya distribusi dan pa sokan pangan turut menjadi perhatian pasar saat ini.
Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terha dap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (31/8), bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di kisaran 17.690 - 17.750 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Jumat (30/8), bergerak menguat 51 poin atau 0,29 persenn dari sehari sebelumnya menjadi 17.693 rupiah per dollar AS.
“Penguatan rupiah dipengaruhi arah kebijakan BI setelah Destry Damayanti menegaskan penguatan sinergi dengan pemerintah tidak akan mengu rangi independensi dan kredibilitas BI,” jelas Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Ex change (ICDX) Muhammad Amru Syifa di Jakarta.
Komisi XI DPR RI melalui rapat internal menyetujui Des try Damayanti sebagai Gubernur BI terpilih periode 2026 2031 serta Aida S.
Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior (DGS) BI terpilih periode 2026-2031.
Dengan demikian, secara definitif Destry menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatan Guber nur BI pada 25 Juli 2026.
Sementara posisi Deputi Gubernur Senior yang ditinggalkan Destry, kini beralih kepada Aida S Budiman.
Secara umum, Destry menjelaskan BI pada dasarnya mendukung pemerintah untuk mencapai pertumbuh an ekonomi yang lebih tinggi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!