Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memastikan Pengendali Banjir Berfungsi Optimal dalam Mengantisipasi Banjir

📅 Kamis, 26 Mar 2026, 22:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memastikan Pengendali Banjir Berfungsi Optimal dalam Mengantisipasi Banjir Doc: Antara
Ket. Petugas melakukan pengerukan kali/sungai menggunakan alat berat.

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan infrastruktur pengendali banjir yakni pompa, polder, serta badan air tetap berfungsi optimal sebagai upaya mengantisipasi cuaca ekstrem yang salah satunya berpotensi menyebabkan banjir.

“Kami memastikan seluruh perangkat pengendalian banjir dapat berfungsi optimal, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi hujan intensitas tinggi," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum di Jakarta, Kamis.

Ika mengatakan, jajarannya menyiagakan pompa stasioner, pompa mobile, hingga pintu air agar dapat bekerja maksimal, baik pada fase prabanjir maupun saat penanganan banjir berlangsung.

Berdasarkan data hingga 13 Maret 2026, terdapat 668 unit pompa stasioner yang tersebar di 243 lokasi.

Selain itu, tersedia 537 unit pompa mobile yang tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta. Pompa ini difungsikan untuk menjangkau titik genangan yang tidak dapat dilayani pompa stasioner.



Kemudian, untuk mengoptimalkan kapasitas drainase, Dinas SDA juga mempercepat pengerukan pada berbagai infrastruktur pengendali banjir, seperti sungai, kali, serta waduk, situ, dan embung.

Hingga 13 Maret 2026, volume pengerukan di lima wilayah kota administrasi telah mencapai 123.393 meter kubik.

Sepanjang 2025, total volume pengerukan tercatat mencapai 919.173 meter kubik. Dalam mendukung kegiatan ini, Dinas SDA mengerahkan 260 unit excavator dan 465 unit dump truck.

Ika menambahkan, Dinas SDA juga menyiagakan satuan tugas (satgas) atau pasukan biru yang siap bergerak saat terjadi banjir. Mereka bertugas mendukung operasional pompa serta memastikan genangan dapat ditangani dengan cepat.

"Selain itu, pasukan biru secara rutin melakukan pemantauan lapangan untuk menjaga kondisi tetap terkendali," katanya.

Dia pun mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi genangan. Dalam kondisi darurat, warga dapat mengakses aplikasi JAKI atau menghubungi layanan 112.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.