Transaksi Video Commerce Tembus 2,6 Miliar, UMKM Diminta Manfaatkan Peluang Pasar Digital
Minggu, 30 Agu 2026, 01:01 WIB | Oleh: Tim PenulisAirlangga menilai perkembangan teknologi digital tersebut menjadi momentum bagi pelaku industri dan UMKM lokal untuk melakukan transformasi ekonomi secara lebih inklusif.
Skema Pembiayaan
Namun, selain akses pasar digital, penguatan UMKM juga membutuhkan dukungan pembiayaan. Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong pemerintah dan perbankan membangun skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif.
"Jangan sampai kita hanya memiliki ekosistem kreatif yang terlihat besar, tetapi pelaku UMKM lokal justru tidak menjadi bagian utama dari rantai pasoknya. Ini harus menjadi pekerjaan bersama," kata Novita dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Menurut Novita, penguatan ekosistem ekonomi kreatif perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari akses permodalan, pelindungan karya, integrasi dengan sektor pariwisata, hingga kepastian pasar.
Ia mengatakan karakteristik usaha ekonomi kreatif berbeda dengan sektor konvensional karena banyak pelakunya mengandalkan karya, kreativitas, dan kekayaan intelektual. Sementara itu, aset fisik yang dapat dijadikan agunan belum tentu memadai sehingga diperlukan pola pembiayaan yang mempertimbangkan karakteristik usaha tersebut.
"Kita perlu menemukan pola pembiayaan yang lebih tepat agar pelaku ekonomi kreatif mendapatkan hak dan kesempatan yang sama dalam mengakses permodalan," ujarnya.
Novita mencontohkan kondisi di Kabupaten Tabanan, Bali, yang menunjukkan masih adanya kesenjangan penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha di sektor tertentu.
Menurut dia, kondisi tersebut perlu ditelaah untuk mengetahui apakah dipengaruhi kendala administratif, persyaratan pembiayaan, atau skema perbankan yang belum sesuai dengan karakteristik usaha kreatif.
Novita menyampaikan hal tersebut setelah melakukan kunjungan kerja ke Nuanu Creative City Inc di Kabupaten Tabanan, Bali, pada Jumat (28/8).
Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti kesenjangan antara besarnya potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali dengan manfaat ekonomi yang diterima pelaku UMKM lokal.
Ia mengatakan Bali memiliki pasar pariwisata dan ekonomi kreatif yang besar. Namun, pasar tersebut belum sepenuhnya terkoneksi dengan pelaku UMKM lokal melalui rantai pasok yang berkelanjutan, termasuk dalam hal akses pembiayaan dan permodalan.
"Kita sebenarnya bukan kekurangan pasar. Pasarnya banyak sekali, tetapi masih ada gap antara besarnya pasar pariwisata dengan seberapa besar manfaat ekonomi yang benar-benar masuk ke UMKM lokal," kata Novita.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!