Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transaksi Video Commerce Tembus 2,6 Miliar, UMKM Diminta Manfaatkan Peluang Pasar Digital

2 Minggu, 30 Agu 2026, 01:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transaksi Video Commerce Tembus 2,6 Miliar, UMKM Diminta Manfaatkan Peluang Pasar Digital Transaksi Video Commerce Tembus 2,6 Miliar, UMKM Diminta Manfaatkan Peluang Pasar Digital Doc: Antara
Ket. Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini (kedua kanan).

Jakarta - Transaksi video commerce di Indonesia melonjak hampir 90 persen hingga mencapai 2,6 miliar transaksi. Pertumbuhan pesat tersebut dinilai membuka peluang besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar melalui konten video, live streaming, serta kolaborasi dengan content creator.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai perkembangan video commerce dan tingginya penggunaan media sosial dapat menjadi sarana strategis bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada konsumen dengan jangkauan yang lebih luas.

"Kehadiran media sosial, termasuk over the top (OTT) YouTube, bisa menjadi peluang bagi mereka mengenalkan produknya ke konsumen dengan jangkauan lebih luas," ujar Nailul di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut dia, pola konsumsi masyarakat di pasar daring telah mengalami pergeseran. Konsumen tidak lagi hanya mengandalkan marketplace, tetapi mulai tertarik pada pengalaman berbelanja yang ditawarkan melalui konten video dan live streaming.

Kondisi tersebut membuat media sosial seperti Instagram, Facebook, X, TikTok, hingga YouTube semakin banyak dimanfaatkan sebagai sarana untuk mencari informasi sekaligus melakukan pembelian produk.

"Mereka melihat barang dan berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung dengan penjual dengan menggunakan media sosial. Ada user experience yang baru ketika masyarakat membeli barang sembari melihat review oleh content creator," katanya.

Menurut Nailul, konten dan ulasan dari content creator semakin penting, terutama untuk produk yang informasi dari toko di e-commerce-nya masih terbatas. Konsumen dapat mencari ulasan tambahan melalui media sosial hingga YouTube sebelum memutuskan membeli.

Tingginya penggunaan video di media sosial dan OTT YouTube juga melahirkan berbagai tingkatan content creator, mulai dari nano, mikro, hingga selebritas.

"Bagi UMKM, kerja sama dengan content creator nano/mikro yang penontonnya masih sebatas di daerah merupakan pilihan menarik untuk mengenalkan produknya, dengan tarif relatif terjangkau," ujar Nailul.

Selain bekerja sama dengan content creator, UMKM yang memiliki sumber daya manusia memadai juga dapat memproduksi konten video secara mandiri untuk memperkenalkan produk sekaligus menyediakan tautan penjualan.

Perkembangan video commerce di Indonesia sejalan dengan pertumbuhan transaksi perdagangan digital. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyebut transaksi video commerce di Indonesia telah melonjak hampir 90 persen menjadi 2,6 miliar transaksi.

Airlangga mengatakan jumlah penjual daring di Indonesia saat ini mencapai sekitar 800.000 pedagang. Sementara itu, transaksi video commerce telah mencapai 2,6 miliar transaksi atau tumbuh hampir 90 persen.

Video commerce merupakan aktivitas menjual produk melalui konten atau siaran video, sementara proses pembelian dilakukan secara daring. Salah satu bentuk yang banyak dilakukan adalah pedagang melakukan live streaming melalui platform e-commerce.

Praktik tersebut juga semakin banyak dilakukan pedagang toko fisik dengan memanfaatkan gawai untuk melakukan penjualan secara langsung melalui kanal digital.

Menurut Airlangga, perkembangan video commerce menunjukkan semakin menyatunya aktivitas perdagangan daring dan luring. Meskipun sektor luring masih mendominasi sekitar dua pertiga perdagangan, transaksi melalui e-commerce telah mencapai sekitar sepertiga.

Pertumbuhan tersebut dinilai menjadi peluang bagi UMKM untuk mempercepat transformasi digital. Perkembangan video commerce juga didukung oleh tingginya jumlah pengguna media sosial di Indonesia yang telah mencapai lebih dari 180 juta dan terus tumbuh sekitar 26 persen per tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Menlu AS dan Russia Bahas R...
MILITER

KCNA: Korut Uji Hulu Ledak Bom Tandan

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
KCNA: Korut Uji Hulu Ledak ...
Luar Negeri
Bolivia Umumkan Status Daru...
Advertisement
Membanggakan! Tiwi/Fadia Juara Hylo Open 2026, Indonesia Bawa Pulang Satu Gelar dari Jerman

Membanggakan! Tiwi/Fadia Juara Hylo Open 2026, Indonesia Bawa Pulang Satu Gelar dari Jerman

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.