Tiongkok Ingatkan Risiko Bencana Longsor Lanjutan di Perbatasan Nepal
📅 Sabtu, 29 Agu 2026, 08:47 WIB | Oleh: Tim PenulisOperasi penyelamatan di wilayah Nepal yang dilanda banjir kembali dilanjutkan setelah sempat dihentikan sementara akibat tingginya permukaan air.
Kekhawatiran baru muncul pada Jumat setelah satu danau bendungan besar yang terbentuk akibat banjir bandang dilaporkan jebol dan dapat memicu terjadinya gelombang air lain ke Sungai Bhotekoshi di Nepal.
Pemerintah Tiongkok, Kamis (27/8), memperingatkan bahwa danau di dekat pertemuan Sungai Chhochen Khola dan Purepu Tsangpo "sudah meluap" dan berisiko tinggi mengalami jebol. Fragmen aliran lumpur terlihat di kedua sisi bendungan, dan perkiraan awal menunjukkan bahwa danau tersebut berisi setidaknya 2,5 juta meter kubik air.
Kedua sungai tersebut menyatu sebelum memasuki Nepal dan alirannya kemudian dikenal sebagai Sungai Bhotekoshi, anak sungai utama dari Sungai Trishuli.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan data terkini, jumlah korban tewas akibat banjir di Nepal telah mencapai 547 orang. Otoritas Nepal juga telah mengevakuasi 3.253 orang selama terjadi banjir bandang.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) pada Kamis (27/8) menyebutkan bahwa aktivitas seismik tersebut disebabkan oleh runtuhnya gletser sehingga menerjang permukiman di sepanjang Sungai Bhotekoshi dan Trishuli serta menyeret orang-orang dan membawa material longsoran ke arah hilir.
Di sisi perbatasan Tiongkok, longsor lumpur melanda Kabupaten Gyirong di Daerah Otonom Xizang bagian barat daya, yang juga dikenal sebagai Tibet.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!