Tiongkok Ingatkan Risiko Bencana Longsor Lanjutan di Perbatasan Nepal
📅 Sabtu, 29 Agu 2026, 08:47 WIB | Oleh: Tim PenulisBEIJING - Pemerintah Tiongkok mengingatkan adanya risiko bencana lanjutan pasca banjir bandang dahsyat memicu longsor lumpur di perbatasan Tiongkok dan Nepal.
"Di kawasan sekitarnya masih terdapat banyak gletser dan danau glasial dengan risiko bahaya geologis yang cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat besar bagi operasi penyelamatan dan penanganan bencana," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing pada Jumat (28/8).
Banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah utara dan tengah Nepal pada Rabu (26/8) dengan lokasi terparah di Trishuli Bazar, distrik Nuwakot sementara di wilayah Tiongkok bencana itu berada di Kabupaten Gyirong, Kota Shigatse, Daerah Otonom Xizang atau yang dikenal dengan Tibet.
"Rencana penyelamatan yang matang harus disusun dan segala upaya harus dikerahkan untuk mencari dan menyelamatkan orang-orang yang masih hilang, baik warga Tiongkok maupun warga negara asing," tambah Lin Jian.
Ia menyebutkan perhatian ketat harus diberikan terhadap kestabilan danau bendungan alami dan pegunungan di sekitarnya, serta langkah-langkah efektif harus diambil untuk mencegah terjadinya bencana susulan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami mencatat bahwa para ahli dan lembaga resmi Tiongkok serta Nepal telah melakukan penilaian awal mengenai penyebab bencana tersebut. Berdasarkan analisis mereka, bencana ini dipicu oleh runtuhnya gletser di kawasan dataran tinggi di Nepal," ungkap Lin Jian.
Namun terkait negara asal korban terdampak bencana baik yang selamat maupun yang meninggal dunia masih terus diverifikasi menurut Lin Jian.
"Informasi terkait negara asal korban masih dalam proses verifikasi lebih lanjut. Kami telah memberi tahu kedutaan besar negara-negara terkait di Tiongkok dan akan tetap berkomunikasi dengan mereka," tambah Lin Jian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang sendiri juga sudah tiba di lokasi bencana pada Kamis (27/8) dan menyebut bahwa Tiongkok saat ini masih berada dalam periode utama musim banjir dan situasi pengendalian banjir serta pencegahan topan masih tetap berat dan kompleks.
"Pemerintah harus berpegang pada pemikiran mengenai skenario terburuk dan batas keselamatan, serta dengan tegas mengatasi sikap lengah," kata PM Li Qiang dalam pernyataannya di media pemerintah.
Dewan Pariwisata Nepal sebelumnya menyatakan bahwa jumlah wisatawan asing yang berhasil diselamatkan pascabanjir di Nepal sebanyak 121 orang hingga Jumat (28/8) pukul 15.30 waktu setempat.
Mereka berasal dari India, Tiongkok, Korea Selatan, Amerika Serikat, Rusia, Italia, Bulgaria, dan Swiss. Sementara itu ada tiga kewarganegaraan dari 121 penyintas belum terkonfirmasi.
Kementerian Luar Negeri Nepal di Kathmandu mengatakan di Nepal, 596 orang dari 33 negara masih dinyatakan hilang ditambah sebanyak 127 warga negara Nepal juga masih belum diketahui keberadaannya.
Sedangkan pemerintah China mengatakan di wilayahnya terdapat 558 orang, termasuk 260 warga negara asing, dinyatakan hilang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!