Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banjir Dahsyat Nepal-Tibet Tewaskan 165 Orang, Ratusan Warga dan Turis Masih Hilang

📅 Kamis, 27 Agu 2026, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banjir Dahsyat Nepal-Tibet Tewaskan 165 Orang, Ratusan Warga dan Turis Masih Hilang Doc: AFP
Ket. Gelombang air dan lumpur menyerupai tsunami menerjang desa-desa dan kota-kota pada Rabu, menyebabkan ratusan orang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Kathmandu, Nepal - Kerabat yang cemas memadati lorong-lorong sebuah rumah sakit di Kathmandu, Kamis (27/8), untuk mencari anggota keluarga yang hilang setelah banjir dahsyat di perbatasan Nepal-Tibet menewaskan sedikitnya 165 orang.

Salah satunya adalah Subash Khatani, yang sibuk memeriksa daftar nama dan berbicara dengan petugas dengan harapan mendapatkan kabar mengenai kakaknya. Sang kakak merupakan salah satu dari ratusan orang yang hingga kini belum ditemukan setelah bencana tersebut.

"Kakak saya, Ram Sharan Rasaili, termasuk yang hilang di Rasuwa. Karena itu, kami keluar untuk mencarinya," kata Khatani kepada AFP di Rumah Sakit Bir milik pemerintah di ibu kota Nepal.

Pada Rabu, gelombang air dan lumpur menyerupai tsunami menerjang desa-desa dan kota-kota di sepanjang Sungai Bhote Koshi dan Trishuli. Kepolisian Nepal mengatakan telah menemukan 162 jenazah.

Rasuwa di wilayah utara Nepal menjadi distrik pertama yang diterjang bencana. Namun, korban jiwa juga dilaporkan di tujuh distrik lain setelah banjir bergerak lebih dari 160 kilometer ke arah selatan hingga mencapai Chitwan, dekat perbatasan India.

Penyebab bencana tersebut belum diketahui secara pasti. Namun, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut runtuhnya gletser memicu aktivitas seismik dan menimbulkan dampak hilir yang "katastrofik" di Nepal dan Tibet.

Chitra Bahadur Nepali sedang mencari keponakannya, Yubraj Sewak, seorang sopir yang sebelumnya melakukan perjalanan menuju Distrik Rasuwa yang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah sebelum kontak dengannya terputus.

"Keponakan saya sedang dalam perjalanan menuju Rasuwa dan masih berkomunikasi dengan saudara perempuan saya hingga sekitar pukul 08.00 kemarin," kata Nepali, 52 tahun, sambil menunjukkan foto keponakannya di telepon seluler.

"Kami belum mendengar kabar darinya sejak banjir terjadi. Namanya tidak ada dalam daftar mana pun yang telah kami lihat, dan anggota keluarga kami yang lain juga masih hilang," ujarnya.

Ketika tim penyelamat menyisir wilayah yang dilanda banjir untuk mencari korban selamat, keluarga para korban berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya dan mendatangi pos bantuan kepolisian dengan harapan mendapatkan kabar mengenai anggota keluarga mereka yang hilang.

Rumah Sakit Bir menyatakan akan memberikan perawatan gratis kepada seluruh korban dan telah "sepenuhnya siap" menangani lonjakan jumlah pasien, demikian dilaporkan media lokal.

Di Nepal, sebanyak 823 orang, termasuk 579 wisatawan dari Nepal maupun mancanegara, masih belum diketahui keberadaannya, menurut badan penanggulangan bencana negara tersebut.

Sementara itu, di Tibet, media pemerintah China melaporkan bahwa bencana tanah longsor telah menewaskan tiga orang, sementara 558 orang, termasuk 260 warga asing, masih dinyatakan hilang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
KAI Commuter Tambah 4 Jadwa...
Nasional
Menkop Dorong agar Koperasi...
Advertisement
Peringati Hari Ozon Sedunia, Jakarta Padamkan Lampu Selama 60 Menit Malam Ini

Peringati Hari Ozon Sedunia, Jakarta Padamkan Lampu Selama 60 Menit Malam Ini

19 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.