Pemkot Siapkan Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Jadi Magnet Wisata
📅 Rabu, 26 Agu 2026, 15:30 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat“Seminggu sekali, sebulan sekali dibikin pagelaran. Biar Pemprov yang biaya pagelarannya, enggak apa-apa, yang penting orang datang. Nanti pagelaran Sunda dengan Cina. Sunda dan Tiongkok,” kata dia.
Gubernur Dedi menilai hubungan budaya antara masyarakat Sunda dan Tionghoa bukanlah sesuatu yang baru. Ia mencontohkan berbagai pengaruh budaya Tionghoa yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Jawa Barat, mulai dari kuliner, bahasa hingga tradisi.
Oleh karena itu, ia ingin peresmian pusat kebudayaan tersebut menjadi momentum untuk membangun hubungan antarkebudayaan yang lebih kuat.
“Mari kita bangun peradaban ini dengan pendekatan kebudayaan,” ujar diaa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia berharap Pusat Kebudayaan Tionghoa dapat menjadi salah satu ruang yang mempertemukan kebudayaan, pendidikan, pariwisata, kewirausahaan dan ekonomi masyarakat.
Gubernur Dedi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan berkoordinasi dengan Pemkot Bandung untuk melakukan penataan kawasan secara bertahap, termasuk mulai mendorong penataan yang lebih baik pada 2027.
“Semoga tempat ini menjadi tempat bagi peningkatan kualitas sumber daya masyarakat Jawa Barat dan Indonesia,” tutur dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!