Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Siapkan Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Jadi Magnet Wisata

📅 Rabu, 26 Agu 2026, 15:30 WIB | Oleh:
Pemkot Siapkan Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Jadi Magnet Wisata  Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Kehadiran Pusat Kebudayaan Tionghoa di Kota Bandung diharapkan tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya tetapi juga mampu memperkuat kebhinekaan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri Peresmian Gedung Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia dan Perayaan Ulang Tahun Emas ke-50 Yayasan Dana Sosial Priangan, di Gedung Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia, Selasa (25/8).

Wali Kota Farhan mengatakan, keberadaan pusat kebudayaan yang digagas Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP) menjadi bukti keberagaman budaya dapat hidup berdampingan dan melebur dengan masyarakat.

“Hadirnya Pusat Kebudayaan Tionghoa di Kota Bandung ini yang merupakan karya dari YDSP. Yayasan ini menunjukkan bahwa kebhinekaan dari kebudayaan di Kota Bandung ini bisa menyatu dan melebur dengan warga sekitar,” kata Wali Kota Farhan.

Menurut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan berupaya memastikan kawasan di sekitar pusat kebudayaan tersebut memiliki infrastruktur pendukung yang baik sehingga keberadaannya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Ini memang perlu pemanfaatan yang sangat optimal untuk masyarakat. Kami memastikan bahwa infrastruktur pendukung yang ada di sekelilingnya bisa dijaga, dirawat dan dibangun dengan baik,” ujar dia.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai keberadaan pusat kebudayaan tersebut semakin memperkuat posisi Bandung sebagai kota yang memiliki kekayaan budaya yang beragam.

Ia meminta agar pusat kebudayaan tersebut tidak menjadi sekadar bangunan megah atau mercusuar yang justru menciptakan jarak dengan masyarakat sekitar. Sebaliknya, kawasan tersebut harus memberikan manfaat langsung terutama melalui peningkatan produktivitas dan ekonomi warga.

“Gedung ini tidak boleh menjadi mercusuar yang semakin menjauhkan disparitas dengan lingkungan,” ujar Gubernur Dedi.

Gubernur Dedi bahkan mengusulkan penataan kawasan secara menyeluruh agar pusat kebudayaan tersebut terintegrasi dengan lingkungan sekitar dan dapat menjadi destinasi wisata baru.

Ia menyebut akses menuju kawasan, termasuk Gerbang Tol Pasir Koja, dapat diberi sentuhan ornamen Tionghoa. Trotoar dan penerangan juga dapat ditata dengan lampion, sementara lingkungan permukiman di sekitarnya ditata agar lebih rapi dan menarik.

Tak hanya dari sisi fisik, Gubernur Dedi mendorong masyarakat sekitar mendapatkan pelatihan kewirausahaan. Warga dapat diajarkan membuat kuliner, suvenir bernuansa Tionghoa hingga keterampilan pemasaran agar mampu menangkap peluang ekonomi dari meningkatnya kunjungan wisatawan.

“Caranya masyarakat sekitarnya di didik bukan minta sumbangan tapi di didik punya produktivitas,” ungkap dia.

Menurut dia, kawasan tersebut juga dapat dihidupkan melalui pagelaran budaya secara rutin. Pertunjukan yang menggabungkan kebudayaan Sunda dan Tionghoa dinilai dapat menjadi daya tarik sekaligus ruang interaksi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.