Lapor Presiden, Menteri PU: Jalan Nasional Flores 100% Sudah Terbuka
📅 Rabu, 26 Agu 2026, 20:32 WIB | Oleh: Tim RedaksiNAGEKEO– Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa konektivitas jalan nasional di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah pulih 100% pascagempa bumi Magnitudo 7,7.
Laporan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana di Posko Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/8).
“Fokus utama kami adalah pemulihan jalan. Jadi mulai hari pertama, sesuai bimbingan Kepala BNPB, kami buka semua jalan nasional,” kata Menteri Dody.
Menurutnya, sebagian besar gangguan terjadi akibat longsoran material. Untuk mengantisipasi gempa susulan, Kementerian PU telah menyiagakan excavator di titik-titik rawan longsor agar penanganan bisa dilakukan cepat.
Jembatan Wae Pesi Dibuka 2 Hari, Jalur BBM Aman
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain jalan, perhatian khusus diberikan pada jembatan terdampak di Kabupaten Manggarai. Jembatan Wae Pesi yang menjadi jalur distribusi BBM dari Pelabuhan Reo ke wilayah Manggarai berhasil difungsionalkan dalam 2 hari.
“Kita sudah diwanti-wanti Kepala BNPB dan Menko Pak Pratikno, jembatan ini harus diutamakan karena transportasi BBM lewat sini. Kemudian kita kerja siang-malam. Hari kedua, Alhamdulillah, jembatan sudah bisa fungsional,” ujar Menteri Dody.
Saat ini Jembatan Wae Pesi dapat dilalui dengan sistem satu arah bergantian. Kementerian PU juga telah menguji jembatan dengan truk BBM bermuatan 20 ton dan hasilnya jembatan masih mampu dilalui.
Sebaiknya Anda baca juga:
Palue Dapat Perhatian Khusus: Jalan & Air Bersih
Pulau Palue menjadi perhatian khusus Presiden karena keterbatasan infrastruktur dan kebutuhan dasar. Dari 10 titik longsoran, seluruhnya telah dibuka dalam 2 hari dengan mengerahkan 2 alat berat. Keterlambatan pengiriman alat disebabkan keterbatasan kapal feri.
Menteri Dody yang meninjau langsung menemukan sejumlah ruas jalan di Palue sudah lama tidak dipreservasi. Ia memastikan preservasi jalan akan segera dilakukan.
Masalah mendasar lainnya adalah air bersih. Sejumlah bak penampungan air hujan bocor akibat gempa. Untuk kebutuhan mendesak, PU mengirim hidran umum, mobil tangki air, dan toilet portabel.
Untuk jangka panjang, Kementerian PU berkoordinasi dengan BRIN menjajaki teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar.
“Kebutuhan mendasar air akan kita utamakan, sesuai arahan Bapak Presiden bahwa di mana pun masyarakat kita, tidak boleh satu pun kita tinggalkan,” tegas Dody.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!