Mensos Bikin Gerakan Peduli Tetangga di Makassar, Warga Diajak Kembali Saling Peduli
📅 Senin, 05 Okt 2026, 00:11 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoMAKASSAR - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, didampingi wali kota setempat, Munafri Arifuddin.
Peluncuran program strategis Kementerian Sosial (Kemensos) ini untuk memperluas jangkauan pendataan dan akses pelayanan sosial bagi masyarakat kurang mampu melalui penguatan peran masyarakat dan pengurus RT/RW.
"Program nasional ini digulirkan untuk menindaklanjuti arahan strategis Presiden RI terkait pembenahan dan konsolidasi data penerima manfaat bantuan sosial," ujar Mensos Saifullah.
Pada peluncuran tersebut, Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu, memimpin deklarasi komitmen seluruh ketua RT dan RW se-Kota Makassar yang didapuk secara khusus sebagai Agen Perlinsos.
Peluncuran dilakukan secara bertahap, di mana uji coba telah dilakukan di Kabupaten Banyuwangi, lalu dikembangkan di 42 kabupaten/kota, termasuk Makassar, dan nantinya diberlakukan di seluruh Indonesia.
Ia menjelaskan melalui Gerakan Peduli Tetangga, pemerintah menghadirkan digitalisasi bansos yang mengintegrasikan berbagai basis data nasional, seperti Dukcapil, P3KE, DTKS, data Kemenkes, hingga data kepemilikan aset dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Sistem digitalisasi perlinsos berbasis agen ini juga memungkinkan masyarakat melakukan pendaftaran ulang maupun mengusulkan diri sendiri dan orang lain secara mandiri sebagai agen.
Ia mencontohkan gerakan agen dimulai dari tetangga terdekat.
“Sehingga dengan begitu, setiap masyarakat bisa melakukan registrasi ulang penerima bansos. Atau yang kedua, mengusulkan diri sendiri atau orang lain untuk bisa mendapatkan perlindungan sosial atau program-program bansos,” katanya.
Ia menargetkan hingga Desember 2026 Kemensos membidik setidaknya 50 persen masyarakat Indonesia sudah terdaftar dalam sistem baru tersebut, sehingga penyaluran bansos berbasis data terintegrasi ini bisa mulai berlaku pada 2027.
“Kalau semuanya lancar, pada tahun 2027 ini akan dimulai penyaluran bansos berdasarkan data yang terhubung data digitalisasi bansos ini,” ucapnya.
Ia mengapresiasi kontribusi Kota Makassar menjadi pendorong utama dari enam persen capaian pendaftaran di wilayah Sulawesi Selatan saat ini.
Wali Kota Makassar Munafri menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kemensos menjadikan Kota Makassar salah satu lokasi proyek percontohan program tersebut.
“Makassar dipilih menjadi salah satu pilot project (proyek percontohan) bersamaan dengan beberapa kota yang lainnya untuk menjalankan program Perlinsos ini,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!