Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Motif Tenun NTT Terancam Diklaim, Ini Langkah BI Lindungi Hak Ciptanya

📅 Senin, 05 Okt 2026, 00:13 WIB | Oleh:
Motif Tenun NTT Terancam Diklaim, Ini Langkah BI Lindungi Hak Ciptanya Doc: Antara foto/HO Kementerian UMKM
Ket. Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menghadiri Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 di Kupang, Sabtu (3/10).

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mendorong penguatan perlindungan hak cipta terhadap motif dan karya tenun Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melindungi penenun sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.

Dikutip dari keterangan pers di Jakarta, Minggu, Destry mengatakan perlindungan hak kekayaan intelektual penting agar karya lokal seperti tenun tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat yang menghasilkannya dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Hal itu disampaikan Destry dalam Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 di Kupang, NTT, Sabtu (3/10/2026), sebuah pameran yang berfokus pada produk tenun, kuliner, dan kopi.

Destry mengatakan pengembangan produk unggulan daerah merupakan bagian penting dalam membangun perekonomian NTT.

Untuk itu, ia menilai keberagaman produk lokal, mulai dari tenun hingga kopi dan kuliner, memiliki potensi ekonomi yang perlu dikembangkan secara optimal.

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Reghi Perdana mengatakan peningkatan kapasitas produksi UMKM perlu berjalan beriringan dengan kemampuan membaca kebutuhan konsumen, memenuhi standar kualitas, dan membangun hubungan berkelanjutan dengan pembeli serta mitra usaha.

"Kita ingin UMKM tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga mampu membaca kebutuhan pasar, menghasilkan produk yang berkualitas, dan terhubung dengan rantai pasok. Untuk itu, akses pasar harus menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM," ujarnya.

Menurut Reghi, terbukanya akses kepada pembeli, pembiayaan, pasar ekspor, dan rantai pasok diperlukan agar peningkatan kualitas produk dapat berujung pada transaksi dan pertumbuhan usaha.

Ia mengatakan penguatan UMKM tidak cukup hanya dengan meningkatkan kemampuan produksi, tetapi juga perlu memastikan produk yang dihasilkan memiliki jalur menuju pasar dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan, Kementerian UMKM berharap semakin banyak produk UMKM NTT yang mampu memenuhi standar dan kebutuhan konsumen, masuk ke rantai pasok yang lebih luas, serta memiliki daya saing di pasar nasional maupun global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Serangan Udara di Sudan Tewaskan Sopir Truk Bantuan PBB

32 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Serangan Udara di Sudan Tew...
Daerah
Banten Memperoleh Kado HUT ...
Olahraga
Bukan Soal Taktik, Ini Pesa...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.