Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta
📅 Minggu, 23 Agu 2026, 04:18 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanjutkan pembangunan di berbagai sektor termasuk kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, dan transportasi, meski menghadapi efisiensi anggaran.
Pramono mengatakan keberlanjutan layanan dasar masyarakat menjadi perhatian utama Pemprov DKI agar pembangunan tetap berjalan sekaligus menekan kesenjangan sosial.
“Saya menyampaikan beberapa hal di antaranya adalah hal yang berkaitan dengan bagaimana Jakarta yang sedang membangun ini untuk bisa menyelesaikan transportasinya, persoalan kesehatannya, pendidikannya, dan tentunya masalah-masalah sosial,” ujar Pramono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Di bidang pendidikan, Pramono memastikan keberlanjutan sejumlah program bantuan bagi masyarakat, di antaranya Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), serta program sekolah swasta gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurut dia, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pendidikan meski terdapat keterbatasan anggaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain menjalankan program baru, Pramono juga menyatakan komitmen untuk menyelesaikan sejumlah program pembangunan yang telah dimulai pemerintahan sebelumnya.
Program tersebut antara lain pembongkaran tiang monorel, penataan kawasan Rasuna Said, pembangunan jembatan penghubung Jakarta International Stadium (JIS) dan Ancol, serta pembangunan rumah sakit internasional di bekas lahan Sumber Waras.
“Jadi Sumber Waras akan menjadi rumah sakit internasional dan saya sudah menyampaikan pada pemerintah pusat, mudah-mudahan ini segera bisa kita groundbreaking pada bulan-bulan ke depan ini,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sektor transportasi, Pemprov DKI terus memperluas akses dan meningkatkan konektivitas transportasi publik yang terintegrasi.
Pramono mengatakan pembangunan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai telah rampung dan dijadwalkan diresmikan pada 26 Agustus 2026.
Setelah itu, pembangunan LRT Jakarta akan dilanjutkan hingga Dukuh Atas untuk memperluas jangkauan transportasi publik dan memudahkan mobilitas masyarakat.
“Konektivitas transportasi publik di Jakarta sekarang sudah mencapai 93 persen,” ujar Pramono.
Dengan kondisi tersebut, dia mengajak masyarakat meningkatkan penggunaan transportasi umum untuk mendukung pengurangan kemacetan dan polusi udara di Jakarta.
Pramono juga mengatakan Pemprov DKI akan memanfaatkan skema pembiayaan kreatif atau creative financing untuk melanjutkan sejumlah pembangunan tanpa terlalu membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), termasuk memanfaatkan dana hasil kewajiban kontribusi tambahan (KLB).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!