Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik
📅 Minggu, 23 Agu 2026, 05:33 WIB | Oleh: SriyonoJAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong penguatan ekosistem musik sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota global.
Salah satunya melalui perhelatan "Jakarta Beat Society 2026" yang mempertemukan musisi, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat, di Live House, M Bloc, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8).
“Jakarta bukan sekadar kota yang menghasilkan musisi-musisi berbakat, melainkan juga pasar musik yang dinamis dengan audiens yang antusias serta apresiasi publik yang kuat terhadap karya kreatif,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dalam keterangan resmi, Minggu.
Jakarta Beat Society 2026 menghadirkan pertunjukan, kolaborasi, dan interaksi antarpelaku industri untuk memperluas jejaring sekaligus membuka peluang bagi talenta musik lokal.
Forum ini juga diarahkan menjadi jembatan antara pelaku musik Indonesia dan industri yang lebih luas.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jakarta Beat Society menjadi wadah yang mempertemukan musisi, komunitas, pelaku industri, dan masyarakat dalam satu ekosistem kreatif. Kolaborasi seperti ini penting untuk membuka lebih banyak peluang bagi talenta lokal dan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota kreatif,” kata Rano.
Menurut dia, posisi Jakarta sebagai pasar musik yang besar juga tercermin dari tingginya minat artis internasional untuk tampil di ibu kota.
Kehadiran musisi dunia seperti grup idola K-pop BTS, Coldplay, dan Bruno Mars, menunjukkan kuatnya daya tarik Jakarta dalam peta industri musik regional dan global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemprov DKI, kata dia lagi, akan terus memperluas ruang bagi komunitas dan pelaku industri kreatif melalui kegiatan seni, budaya, musik, dan perfilman.
Upaya ini didukung penguatan sektor industri kreatif yang tidak hanya diarahkan untuk memperluas panggung bagi talenta lokal, tetapi juga membuka jejaring industri dan menciptakan dampak ekonomi bagi kota.
Di sektor perfilman, komitmen tersebut antara lain dijalankan melalui Jakarta Film Commission untuk mendukung para pembuat film dan memperkuat ekosistem industri audiovisual Jakarta.
Ke depan, Pemprov DKI mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, industri, komunitas, dan praktisi kreatif agar Jakarta semakin kompetitif sebagai pusat ekonomi kreatif.
“Bersama-sama, kita dapat membangun ekosistem musik yang inklusif, inovatif, dan kompetitif, sekaligus menciptakan lebih banyak peluang bagi talenta lokal untuk menampilkan musik Indonesia di kancah dunia,” demikian kata Rano.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!