PSG Difavoritkan Raih Gelar Ligue 1 Keenam Beruntun
📅 Jumat, 21 Agu 2026, 07:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraSementara itu, Monaco juga melakukan perubahan besar. Mantan pemain tim nasional Brasil, Filipe Luis, dipercaya menjadi pelatih baru setelah klub tersebut menjalani musim mengecewakan dengan finis di posisi ketujuh.
Monaco juga melepas Paul Pogba. Mantan gelandang Manchester United dan Juventus itu tidak banyak memberikan dampak pada musim lalu karena kerap diganggu masalah cedera.
Olympique de Marseille menjadi salah satu klub yang berambisi mengakhiri dominasi PSG. Marseille dua kali finis sebagai runner-up di bawah PSG dalam lima musim terakhir.
Namun, mereka tampaknya masih membutuhkan waktu untuk membangun kembali kekuatan tim.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bruno Genesio, yang sebelumnya menangani Lille, kini dipercaya sebagai pelatih Marseille. Kedatangannya dipandang sebagai bagian dari proyek pembangunan kembali tim yang kemungkinan membutuhkan lebih dari satu musim sebelum Marseille benar-benar mampu bersaing untuk gelar juara.
Marseille terakhir kali menjadi juara Prancis pada 2010. Musim ini, mereka akan mengawali kompetisi dengan menjamu Racing Strasbourg pada Jumat.
PSG juga tidak akan mengawali musim di kandang sendiri seperti yang sebelumnya direncanakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertandingan melawan Stade Rennais pada Minggu harus dipindahkan dari Parc des Princes ke Roazhon Park, Rennes, karena kondisi lapangan di markas PSG dinilai tidak layak digunakan.
Meski demikian, perubahan lokasi pertandingan tersebut diperkirakan tidak banyak mengubah status PSG sebagai favorit utama juara.
Di luar persaingan papan atas, Ligue 1 musim ini juga menghadirkan dua tim promosi, yakni Troyes dan Le Mans. Keduanya menggantikan Nantes dan Metz yang terdegradasi.
Nice berhasil mempertahankan tempatnya di kasta tertinggi setelah mengalahkan Saint-Étienne dalam dua leg playoff promosi-degradasi pada akhir Mei.
Dengan kekuatan skuad yang semakin dalam, pengalaman di level Eropa, serta dukungan finansial yang besar, PSG tetap menjadi tim yang paling sulit digeser. Namun, kekalahan dari Lens di laga pembuka musim memberi sedikit harapan kepada para rival bahwa dominasi Paris akhirnya bisa dihentikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!