Timur Tengah Memanas, AS Keluarkan Travel Warning Global Bagi Warganya di Luar Negeri
📅 Minggu, 19 Jul 2026, 15:09 WIB | Oleh: Lili LestariDepartemen Luar Negeri AS pada hari Sabtu (18/7) mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) global untuk warga Amerika di luar negeri, dengan alasan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Departemen Luar Negeri memperingatkan bahwa kelompok-kelompok pendukung Iran dapat menargetkan warga negara dan kepentingan AS di luar negeri.
Dilansir dari Newsweek, peringatan global "Worldwide Caution" dikeluarkan seiring meningkatnya pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran. Sebelumnya pada hari Sabtu, militer AS mengumumkan bahwa serangan rudal dan pesawat tak berawak Iran di Yordania menewaskan dua anggota militer Amerika dan menyebabkan satu orang lainnya hilang.
"Karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, lingkungan keamanan tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tidak terduga," kata Departemen Luar Negeri dalam peringatannya.
Warga Amerika di seluruh dunia, khususnya mereka yang berada di Timur Tengah, didesak untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau dengan cermat panduan keamanan dari kedutaan dan konsulat AS setempat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Risiko Gangguan Perjalanan
Meskipun Departemen Luar Negeri tidak memerintahkan warga Amerika untuk mengungsi dari negara tertentu atau menerapkan pembatasan baru pada perjalanan internasional, para pejabat memperingatkan bahwa konflik tersebut dapat berdampak langsung pada logistik.
Pembatalan penerbangan komersial dan penutupan wilayah udara secara berkala diperkirakan akan menyebabkan gangguan di seluruh Kawasan seiring berlanjutnya aktivtas militer. Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian bagi maskapai penerbangan komersial dan para pelancong yang menghadapi perubahan pembatasan wilayah udara di Timur Tengah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Serangan Maut di Yordania
Serangan di Yordania itu juga melukai empat anggota militer AS lainnya, yang telah dirawat dan dipulangkan dari rumah sakit setempat, menurut pejabat militer.
Dengan korban terbaru ini, total jumlah korban jiwa militer Amerika dalam konflik tersebut menjadi 16 orang, sementara lebih dari 420 anggota militer lainnya terluka.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memberikan penghormatan kepada para korban dalam sebuah unggahan di X: "Semoga Tuhan menyertai kalian, para pahlawan. Pengorbanan mereka hanya memperkuat tekad kita."
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Mojtaba Khamenei mengeluarkan pernyataan menantang yang disiarkan oleh media pemerintah Iran, memperingatkan Washington tentang konsekuensi berat jika konflik tersebut meningkat.
"Sekarang musuh Amerika berusaha untuk meningkatkan konflik sehingga menimbulkan biaya yang lebih besar dan penghinaan lebih lanjut, mereka harus tahu bahwa bangsa Iran yang mulia dan Front Perlawanan memiliki pelajaran yang tak terlupakan untuk mereka," kata Khamenei.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!