Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PSG Hadapi Tantangan Berat Pertahankan Dominasi di Ligue 1 Prancis

📅 Selasa, 18 Agu 2026, 08:25 WIB | Oleh:
PSG Hadapi Tantangan Berat Pertahankan Dominasi di Ligue 1 Prancis Doc: Paris Saint-Germain
Ket. Luis Enrique dan pemain Paris Saint-Germain.

PARIS — Paris Saint-Germain (PSG) mengawali musim baru dengan sinyal peringatan. Kekalahan 0-1 dari Lens dalam laga French Champions' Trophy (Piala Super Prancis) menjadi bukti bahwa upaya mempertahankan gelar Ligue 1 tidak akan semudah musim lalu. Di tengah status sebagai juara Prancis dan pemenang Liga Champions, PSG masih harus menemukan kembali ritme permainan terbaik sebelum memulai perjuangan mempertahankan juara liga.

Lens tampil sebagai pemenang yang pantas dalam pertandingan di Stade Bollaert-Delelis, Senin (17/8) dini hari WIB. Gol Florian Thauvin di babak pertama memastikan kemenangan 1-0 sekaligus memberikan trofi kepada Lens dalam pertandingan pertama mereka di bawah pelatih baru, Dino Toppmoeller.

Hasil ini sekaligus menambah koleksi gelar Lens setelah mereka menjuarai Piala Prancis pada bulan Mei lalu di bawah asuhan Pierre Sage. Sebaliknya, PSG harus menerima kenyataan gagal menambah trofi hanya beberapa hari setelah mengalahkan Aston Villa dalam Piala Super UEFA.

Pelatih PSG Luis Enrique mengakui tim asuhannya seharusnya mendapatkan hasil lebih baik. "Saya pikir kami pantas mendapatkan lebih," ujar Enrique. Namun, dia tetap memberikan pujian kepada Lens yang menurutnya tampil sangat baik dengan intensitas permainan yang menjadi ciri khas mereka.

"Kami memainkan pertandingan yang sangat bagus, tetapi kami tidak mendapatkan keberuntungan yang kami perlukan," ujar pelatih asal Spanyol tersebut.

Kekalahan ini menjadi peringatan penting bagi PSG menjelang pertandingan pertama Ligue 1 musim baru. Dalam sepekan, PSG akan memulai misi mempertahankan gelar di kandang sendiri dengan menghadapi Rennes. Enrique dituntut segera memperbaiki sejumlah persoalan, terutama efektivitas serangan dan kemampuan tim dalam memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.

PSG sebenarnya mendominasi penguasaan bola pada awal pertandingan. Namun, dominasi tersebut tidak banyak menghasilkan peluang berbahaya. Kiper Lens, Robin Risser, bahkan relatif mudah mengamankan tembakan Khvicha Kvaratskhelia.

Lens perlahan mampu keluar dari tekanan. Pada menit ke-32, kegagalan PSG membuang bola dari area pertahanan dimanfaatkan Thauvin. Ia menyelesaikan umpan silang sekaligus tembakan Matthieu Udol dari sisi belakang untuk membawa Lens unggul.

Situasi PSG seharusnya membaik ketika Kyllian Antonio menerima kartu merah enam menit sebelum turun minum akibat tekel dengan telapak kaki terlebih dahulu terhadap Maghnes Akliouche. Lens harus bermain dengan 10 pemain, tetapi PSG tetap kesulitan memanfaatkan keunggulan tersebut.

Peluang terbaik PSG sebelum jeda datang melalui Desire Doue. Namun, tembakannya dari sudut sempit hanya membentur mistar gawang.

Selepas turun minum, PSG kembali mendominasi bola, tetapi permainan mereka tetap belum mengalir seperti yang diharapkan. Lens bahkan beberapa kali mengancam melalui serangan balik. Thauvin nyaris menggandakan keunggulan, tetapi sepakannya melebar.

Enrique kemudian memasukkan sejumlah pemain penting, termasuk Fabian Ruiz dan Ousmane Dembele. Nuno Mendes juga mendapat kesempatan untuk memperkuat serangan. Namun, tembakan jarak jauhnya masih melambung tipis di atas mistar, sementara usaha Dembele kembali mudah diamankan Risser.

Petaka PSG semakin lengkap menjelang pertandingan berakhir. Mendes diganjar kartu merah langsung tiga menit sebelum waktu normal selesai setelah menyikut wajah bek sayap Lens, Michal Skoras, ketika bola tidak sedang dimainkan. Kedua tim akhirnya sama-sama mengakhiri laga dengan 10 pemain.

Lens, yang musim lalu menjadi runner-up Ligue 1 di belakang PSG, kini kembali menunjukkan bahwa mereka siap menjadi pesaing serius. Dengan gelar Piala Prancis dan kemenangan atas PSG, kepercayaan diri mereka semakin besar di bawah Toppmoeller.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Tawuran di Stasiun Manggara...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp100.800...
Olahraga
Hasil Liga Italia: Tuan Rum...
Megapolitan
2 Bulan Buron, Polisi Ciduk...
Nasional
Soal Rencana Penyaluran Ban...
Ekonomi
Desain Bukan Sekadar Visual...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.