Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Spanyol Kuasai Sepak Bola Dunia, Permainan Penuh Kontrol Antar La Roja Raih Gelar Piala Dunia Kedua

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 00:10 WIB | Oleh:
Spanyol Kuasai Sepak Bola Dunia, Permainan Penuh Kontrol Antar La Roja Raih Gelar Piala Dunia Kedua Doc: FIFA
Ket. Ilustrasi selebrasi tim nasional Spanyol.

NEW YORK – Tim Nasional Spanyol membuktikan bahwa dominasi tidak selalu identik dengan pesta gol. Dengan permainan penuh kontrol, disiplin taktik, dan ketenangan luar biasa, La Roja sukses menaklukkan Argentina 1-0 setelah babak perpanjangan waktu pada final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, sekaligus merebut gelar juara dunia kedua dalam sejarah mereka.

Jika empat tahun lalu Argentina bertahan melewati berbagai tekanan sebelum akhirnya mengangkat trofi di Qatar, kali ini justru Spanyol yang tampil sebagai penguasa lapangan. Anak asuh Luis de la Fuente mengendalikan jalannya pertandingan sejak menit awal hingga akhir dan nyaris tidak memberi kesempatan kepada sang juara bertahan untuk mengembangkan permainan.

Keberhasilan tersebut menjadi penutup sempurna perjalanan Spanyol di Amerika Utara. Setelah menghentikan Prancis dengan kemenangan 2-0 pada semifinal, La Roja kembali menunjukkan kualitas permainan yang nyaris tanpa cela saat menghadapi Argentina yang sebelumnya tampil sangat produktif sepanjang turnamen.

Sebelum partai final, tim besutan Lionel Scaloni selalu mampu mencetak sedikitnya dua gol di setiap pertandingan. Namun ketika berhadapan dengan Spanyol, produktivitas tersebut menghilang. Sepanjang 120 menit pertandingan, Argentina bahkan gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran. Upaya mereka baru tercipta pada babak tambahan waktu, tetapi tidak pernah benar-benar mengancam penjaga gawang Unai Simón.

Bek kanan Spanyol, Pedro Porro, mengungkapkan keberhasilan timnya berawal dari keyakinan untuk tetap memainkan identitas permainan sendiri.

"Kami memiliki tim yang luar biasa. Kami berjuang sejak menit pertama. Itu sudah kami lakukan sejak pertandingan melawan Tanjung Verde, ketika kami mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang meski saat itu belum berbuah gol," kata Porro kepada FIFA.

Dalam pertandingan dengan tekanan sebesar final Piala Dunia, Spanyol tidak pernah kehilangan arah. Mereka tetap sabar mengendalikan tempo permainan, seperti ketika mengalahkan Portugal 1-0 pada babak 16 besar maupun Belgia 2-1 di perempat final. Meski gol kemenangan baru lahir di momen-momen akhir, para pemain Spanyol tidak pernah kehilangan ketenangan ataupun identitas bermain.

"Kami tetap setia pada gaya bermain kami. Saya rasa semua orang bisa melihatnya," ujar Porro.

Fondasi permainan Spanyol sebenarnya telah dibangun sejak menjuarai Piala Eropa 2024 di Jerman. Namun di Piala Dunia 2026, permainan mereka berkembang menjadi lebih komplet. Selain menguasai bola dengan rapi, Spanyol juga memanfaatkan kecepatan dua pemain sayap muda, Lamine Yamal dan Nico Williams, untuk melancarkan serangan balik cepat.

Berbeda dengan dua tahun sebelumnya yang lebih terbuka dan kerap terlibat pertandingan dengan skor tinggi, kali ini Spanyol tampil jauh lebih solid di lini belakang. Sepanjang turnamen, mereka hanya kebobolan satu gol, yakni melalui pemain Belgia Charles De Ketelaere. Catatan tersebut menjadi rekor baru dalam sejarah Piala Dunia untuk jumlah kebobolan paling sedikit oleh tim juara.

Salah satu kunci keberhasilan La Roja adalah peran sentral gelandang Rodri. Pemain Manchester City itu tampil sebagai pengatur ritme permainan dan akhirnya dinobatkan sebagai peraih adidas Golden Ball, penghargaan bagi pemain terbaik turnamen.

Rodri menilai kekuatan terbesar Spanyol bukan hanya kemampuan menguasai bola, tetapi juga mengendalikan seluruh aspek permainan.

"Saya pikir kami adalah tim yang paling mampu menguasai berbagai situasi dalam pertandingan. Menekan lawan, menguasai bola, melakukan serangan balik hingga memanfaatkan bola mati. Dalam setiap aspek permainan, Spanyol adalah tim yang paling mampu mengontrol jalannya pertandingan," ujar Rodri.

Ketika Rodri mempercepat tempo permainan, seluruh tim mengikuti ritmenya. Sebaliknya, saat ia memperlambat permainan untuk memutus momentum lawan, para pemain Spanyol tetap menjaga organisasi permainan tanpa kehilangan bentuk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Semoga dapat membantu dan meringankan beban saudara kita ...
    Luar biasa pak mentan dengan kepeduliannya dan gerak ...
  • Tumbuh Kuat, BI Sebut Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penopang Ekonomi Jateng
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai ketangguhan ekonomi Jateng; ...
  • BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri
    Preview komentar:
    Pernyataan Bapak Agus Gumiwang yang menggarisbawahi urgensi penguatan ...
Kepolisian Resor Kotawaringin Barat Akan Menindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

Kepolisian Resor Kotawaringin Barat Akan Menindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.