Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebakaran Hutan di Kalimantan Barat dalam Catatan BPBD pada Januari–Agustus Mencapai 38.310 Hektare

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 14:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran Hutan di Kalimantan Barat dalam Catatan BPBD pada Januari–Agustus Mencapai 38.310 Hektare Doc: ANTARA
Ket. Infografis luasan lahan terbakar dampak karhutla di sejumlah daerah di Kalbar.

PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah provinsi itu mencapai 38.310,86 hektare sejak Januari hingga Agustus 2026.  

"Untuk wilayah karhutla yang terbakar sampai hari ini dari Januari itu sudah mencapai 38.310,86 hektare," kata Koordinator Harian Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar Daniel, di Pontianak, Jumat (21/8). 

Daniel mengatakan data tersebut merupakan perkembangan terbaru luas wilayah yang terbakar hingga Agustus 2026.

Ia mengatakan, sejumlah kabupaten menjadi perhatian serius karena tercatat mengalami kebakaran cukup signifikan dan berkontribusi terhadap munculnya kabut asap.

“Sebenarnya ada beberapa kabupaten yang kebakarannya cukup parah dan sangat signifikan dalam menyumbangkan asap, antara lain Kabupaten Ketapang seluas 12.443 hektare, Kubu Raya seluas 8.614 hektare, Mempawah seluas 6.144 hektare, kemudian ada beberapa di Sambas seluas 2.318 hektare. Karena daerah-daerah tersebut umumnya lahan gambut," ujarnya.

Daniel menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalbar telah melakukan berbagai langkah penanganan sejak awal tahun untuk mengantisipasi meluasnya dampak karhutla.

Salah satunya dengan menetapkan status siaga darurat bencana asap di tingkat provinsi berdasarkan status siaga yang telah ditetapkan di sejumlah kabupaten kota.

“Setidak-tidaknya di Kalimantan Barat ini ada sembilan kabupaten yang sudah menetapkan status siaga,” katanya. 

Sebelumnya, Pemprov Kalbar juga telah melaksanakan apel kesiapsiagaan untuk mengecek kesiapan personel, peralatan, serta sarana pendukung dalam operasi penanggulangan bencana asap akibat karhutla. 

BPBD juga menjalankan patroli darat terpadu yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Brigade Karhutla UPT KPH, Manggala Agni, perusahaan swasta, Masyarakat Peduli Api (MPA), desa tangguh bencana, hingga instansi terkait.

Di sisi lain, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut memberikan dukungan operasi udara di Kalbar.

"Dukungan tersebut berupa helikopter patroli untuk memantau sebaran titik panas dan titik api yang tidak terpantau melalui patroli darat, serta helikopter water bombing dan operasi modifikasi cuaca," katanya.

Daniel mengatakan operasi modifikasi cuaca telah dilakukan sejak April 2026. Namun, pelaksanaannya bergantung pada kondisi atmosfer dan potensi pertumbuhan awan yang memungkinkan dilakukan penyemaian.

“Operasi modifikasi cuaca itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Itu berdasarkan perkiraan dari BMKG apakah ada potensi awan yang bisa ditaburi garam berpotensi hujan. Kalau tidak, tidak bisa juga,” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Tumbuh Kuat, BI Sebut Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penopang Ekonomi Jateng
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai ketangguhan ekonomi Jateng; ...
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Bukti negara hadir
    Duka NTT, Duka kita semua,,,
  • BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri
    Preview komentar:
    Pernyataan Bapak Agus Gumiwang yang menggarisbawahi urgensi penguatan ...
Event Akhir Pekan Jakarta 22-23 Agustus 2026: LaLaLa Festival Hingga ASTINDO Travel Fair

Event Akhir Pekan Jakarta 22-23 Agustus 2026: LaLaLa Festival Hingga ASTINDO Travel Fair

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.