Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Luas Sawah Terus Menyusut, DPRD Bali Ingin Revisi Perda untuk Tingkatkan Bantuan Subak

📅 Minggu, 19 Jul 2026, 07:18 WIB | Oleh:
Luas Sawah Terus Menyusut, DPRD Bali Ingin Revisi Perda untuk Tingkatkan Bantuan Subak Doc: antara foto
Ket. Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Suwirta.

DENPASAR - Sejumlah anggota DPRD Bali menginginkan agar peraturan daerah mengenai subak direvisi dengan memuat peningkatan bantuan kepada organisasi yang menjaga pertanian Bali tersebut.

“Nanti kita bahas, mulai dari perubahan perda subak dulu, nanti APBD 2027 kita akan usulkan agar bantuannya bisa ditingkatkan,” kata Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Suwirta.

Ia di Denpasar, Sabtu, mendorong revisi perda sebagai dasar meningkatkan dukungan anggaran. Menurutnya hal ini penting melihat terus menyusutnya luas lahan sawah di Bali.

Di tengah semakin masifnya alih fungsi lahan, sederet anggota DPRD Bali menilai perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan subak masih belum sebanding dengan peran strategisnya sebagai penyangga ketahanan pangan sekaligus ikon pariwisata budaya Bali.

Dewan menyoroti data Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali dimana luas sawah di Bali menyusut 6.521,81 hektare selama periode 2019–2024.

Dari total 70.995,87 hektare pada 2019, luas sawah tersisa 64.474 hektare pada 2024 atau turun sekitar 9,19 persen, dengan rata-rata penurunan sekitar 1,53 persen per tahun.

Kondisi tersebut dinilai mengkhawatirkan karena jika laju penyusutan tidak dapat ditekan, keberadaan lahan sawah di Bali akan terus tergerus dalam beberapa dekade mendatang.

Padahal, Pemprov Bali telah menerbitkan Instruksi Gubernur Bali Nomor 5 Tahun 2025 tentang larangan alih fungsi lahan pertanian sebagai upaya menjaga keberlanjutan lahan pangan dan mempertahankan lahan produktif di seluruh Bali.

Di sisi lain, besaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk subak dinilai belum memadai. 

Berdasarkan Pergub Bali Nomor 61 Tahun 2025 tentang Penjabaran APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026, setiap subak hanya menerima bantuan sebesar Rp15 juta dengan jumlah subak yang tersisa di Bali 2.883 unit.

Besaran bantuan tersebut lebih rendah dibanding beberapa tahun sebelumnya, seperti pada tahun 2024 BKK subak menyentuh Rp50 juta per subak, kemudian turun menjadi Rp25 juta, sempat menjadi Rp10 juta, dan pada 2026 baru naik namun hanya menjadi Rp15 juta.

Sebaliknya, BKK untuk Desa Adat justru mengalami peningkatan tinggi dari Rp250 juta menjadi Rp300 juta per tahun.

Untuk itu DPRD Bali memandang penjaga pertanian Bali perlu mendapat perhatian lebih apalagi tantangan di lapangan mereka kadang terkendala air, pupuk, dan serangan hama.

Belum lagi harga jual yang kurang berpihak ke petani padahal mereka juga bagian dari fondasi pariwisata Bali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Advertisement
hut ri 81

Bek Anyar PSS Sleman Langsung “Tune In”

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Bek Anyar PSS Sleman Langsu...
Luar Negeri
Presiden Trump Ungkap Korut...

Ganda Putri Jepang Mundur, Rachel/Febi Melaju

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Ganda Putri Jepang Mundur, ...

Persija Kalah, Shin Tae-yong Ngeles, Tak Pedulikan Hasil

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persija Kalah, Shin Tae-yon...

Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Final Ideal Piala AFF, Viet...
Advertisement
hut ri 81
Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.