Biaya Logistik RI 14,29% PDB, Pakar Soroti 3 Penyebab Biaya Tinggi
📅 Jumat, 21 Agu 2026, 11:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi“Masalah terbesar adalah backhaul, muatan balik. Kita kirim 10 truk ke Surabaya, baliknya yang ada isinya cuma 4-5 truk. Sisanya kosong atau menunggu,” tuturnya.
Kondisi ini menunjukkan masih ada kapasitas angkutan yang bisa dioptimalkan dengan mempertemukan kebutuhan pengiriman dari berbagai titik dalam sistem logistik yang lebih terhubung.
Karena itu, Berty menilai indikator keberhasilan pengelolaan logistik perlu bergeser.
“Key Performance Indicator (KPI) kita harus bergeser dari sekadar performa aset ke optimalisasi end-to-end yang menciptakan nilai bagi konsumen,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah sendiri menargetkan biaya logistik nasional turun dari 14,29% terhadap PDB pada 2022 menjadi 12,5% pada 2029. Target jangka panjangnya ditekan lagi hingga 8% pada 2045.
Tanpa integrasi sistem dan pembenahan birokrasi, para pakar memprediksi biaya logistik akan terus menjadi penghambat daya saing produk nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!