Bukan Cuma Soal Uang, Ini 2 Manfaat Dana Darurat yang Bikin Kamu Lebih Tenang
📅 Kamis, 01 Okt 2026, 16:16 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA — OK Bank menilai dana darurat sebagai salah satu fondasi penting dalam pengelolaan keuangan pribadi. Alasannya, dana ini membantu seseorang menghadapi kebutuhan finansial mendadak agar anggaran rutin tidak ikut terganggu. Kesiapan tersebut juga memberikan ruang untuk menentukan langkah pembiayaan secara lebih tenang ketika pengeluaran di luar rencana muncul.
Wakil Direktur Utama OK Bank Hendra Lie mengatakan, dana darurat memberikan manfaat yang melampaui kesiapan membayar kebutuhan tidak terduga. Menurut dia, keberadaan dana tersebut juga membantu seseorang mempertahankan kendali atas kondisi keuangannya.
“Dana darurat memberi rasa aman karena ada cadangan untuk kebutuhan mendesak. Rasa aman itu membuat kita bisa berpikir lebih tenang dan mengambil keputusan secara terukur,” ujar Hendra, Kamis (1/10/2026).
Kebutuhan mendadak dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari biaya perbaikan kendaraan, kebutuhan rumah tangga, hingga pengeluaran kesehatan. Pembayaran kebutuhan rutin pada bulan berjalan bisa terganggu jika pengeluaran tersebut muncul sementara cadangan tidak memadai.
Meski memahami manfaatnya, sebagian orang masih menunda menyiapkan dana darurat. Kebiasaan mengutamakan pengeluaran saat ini, belum memiliki perencanaan keuangan yang jelas, serta anggapan bahwa kebutuhan mendesak masih dapat ditangani kemudian dapat membuat dana darurat belum menjadi prioritas.
“Dana darurat sebaiknya sudah masuk dalam perencanaan keuangan sejak awal. Kalau menunggu kebutuhan mendesak muncul, pilihan finansial jadi lebih terbatas. Misalnya, terpaksa meminjam dari sumber yang tidak ideal dengan bunga tinggi atau tenor pendek,” kata Hendra.
Besaran dana darurat dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu, termasuk jumlah pengeluaran rutin dan tanggungan yang dimiliki. Sebagai gambaran, seseorang dengan gaji Rp5 juta per bulan dapat mulai menetapkan target dana darurat berdasarkan kebutuhan hidup bulanannya.
Bagi individu lajang, cadangan sekitar tiga kali pengeluaran bulanan dapat menjadi titik awal. Sementara itu, kebutuhan cadangan dapat dibuat lebih besar bagi orang yang memiliki tanggungan keluarga atau sumber penghasilan yang tidak tetap. Perhitungan tersebut menggunakan pengeluaran rutin sebagai dasar sehingga target dana darurat tidak otomatis sama dengan jumlah gaji.
OK Bank juga mengingatkan bahwa dana darurat perlu ditempatkan pada instrumen yang mudah dicairkan, artinya bisa ditarik dalam hitungan hari bahkan jam, seperti tabungan atau deposito jangka pendek, sehingga dapat digunakan saat diperlukan. Pemisahan dana tersebut dari rekening untuk kebutuhan sehari-hari dapat membantu menjaga cadangan tetap tersedia.
“Yang terpenting adalah membiasakan diri menyisihkan dana secara konsisten dan punya tujuan yang jelas. Soal besarannya, bisa disesuaikan seiring perubahan pendapatan, pengeluaran, dan tanggungan,” ujar Hendra.
Sedangkan dalam situasi ketika masyarakat terlanjur menghadapi kebutuhan mendesak tanpa memiliki dana darurat, langkah pertama adalah memetakan jumlah kebutuhan dan kemampuan pembayaran. Sumber dana dapat dipertimbangkan sesuai kondisi masing-masing, dengan memperhatikan kemampuan membayar kembali serta biaya yang menyertainya.
Layanan perbankan seperti simpanan dan fasilitas pinjaman pun dapat menjadi bagian dari pengelolaan kebutuhan finansial sesuai kondisi nasabah. OK Bank menyediakan layanan tersebut bagi nasabah perorangan maupun korporasi, sehingga kebutuhan finansial dapat disesuaikan dengan produk dan kemampuan masing-masing. Dengan keduanya, kebutuhan mendadak pun dapat ditangani dengan tenang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!