Riset ITB Ungkap 26.839 Orang Tewas di Jalan pada 2024, ABS Dinilai Bisa Tekan Kematian
📅 Senin, 05 Okt 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkapkan target pemerintah untuk menekan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas menjadi 15.160 orang pada 2030 masih menghadapi tantangan besar.
Berdasarkan hasil riset ITB, sebanyak 26.839 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas sepanjang 2024 atau meningkat 6,2 persen dibandingkan 2021.
"Keselamatan itu dari akar, memperbaiki hazard. Potensi hazard dari roda dua adalah kendaraannya. Makanya kami dari ITB mencoba melakukan kajian sistem keselamatan," kata Peneliti ITB Sony Sulaksono Wibowo dalam keterangan resmi, Minggu (4/10).
Menurut Sony, tantangan keselamatan jalan tidak terlepas dari tingginya penggunaan sepeda motor dalam mobilitas masyarakat Indonesia.
Sebanyak 84 persen kendaraan yang terdaftar di Indonesia merupakan sepeda motor. Sementara itu, sekitar 73 persen dari lebih dari 149 ribu kecelakaan setiap tahun melibatkan kendaraan roda dua.
Karena itu, kajian ITB menyoroti teknologi pengereman sebagai salah satu intervensi yang dapat mendukung upaya menekan risiko kecelakaan sepeda motor.
Sony mengatakan kajian keselamatan perlu dimulai dari potensi bahaya yang terdapat pada kendaraan. Menurut dia, teknologi keselamatan merupakan salah satu aspek yang dapat diintervensi untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Riset ITB memperkirakan penerapan teknologi pengereman pada sepeda motor baru berpotensi mencegah 26.679 hingga 111.163 kematian sampai 2045, bergantung pada skenario penerapannya.
Kajian tersebut menyoroti waktu kritis ketika pengendara melakukan pengereman darurat. Roda sepeda motor dapat terkunci dalam waktu kurang dari 0,2 detik, sedangkan manusia membutuhkan rata-rata sekitar 0,75 detik untuk bereaksi dalam kondisi panik.
Kondisi tersebut membuat kemampuan sistem pengereman menjadi faktor penting ketika pengendara menghadapi situasi darurat.
Dalam risetnya, ITB juga membandingkan sistem Combined Braking System (CBS) dan Anti-lock Braking System (ABS).
CBS mendistribusikan gaya pengereman ke roda depan dan belakang secara bersamaan, tetapi belum mencegah roda terkunci. Sementara itu, ABS mengatur tekanan pengereman secara otomatis agar roda tidak terkunci saat pengereman keras sehingga kendali kendaraan lebih terjaga.
Kajian ITB membuat dua skenario penerapan teknologi pengereman yang dimulai pada 2027.
Skenario pertama menerapkan ABS untuk sepeda motor berkapasitas di atas 125 cc serta ABS atau CBS untuk sepeda motor berkapasitas 125 cc ke bawah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!