Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sumsel Genjot Breeding Sapi, Dukung Target Swasembada Daging Nasional

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 14:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sumsel Genjot Breeding Sapi, Dukung Target Swasembada Daging Nasional Doc: Antara
Ket. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Ruzuan Efendi.

Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyatakan kesiapan mendukung target pemerintah pusat dalam memperkuat swasembada daging nasional melalui penambahan populasi ternak dengan program pembiakan atau breeding.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel Ruzuan Efendi di Palembang, Rabu (19/8), mengatakan kebutuhan daging di Sumsel relatif dapat dipenuhi, namun tantangan utama berada pada ketersediaan populasi ternak untuk memenuhi kebutuhan secara berkelanjutan.

Pola penggemukan sapi yang selama ini berjalan masih bergantung pada pasokan ternak dari luar daerah maupun impor. Misalnya, Lampung menjadi salah satu daerah dengan populasi ternak yang besar dan memasok sapi untuk kebutuhan penggemukan sebelum dipasarkan ke sejumlah daerah, termasuk Sumsel.

Maka dari itu, penguatan sektor peternakan tidak cukup hanya dengan memperbanyak sapi siap potong. Pemerintah perlu meningkatkan populasi indukan dan menghasilkan bibit ternak secara mandiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Penambahan populasi ternak dapat dilakukan melalui berbagai metode pembiakan, mulai dari perkawinan alami, inseminasi buatan hingga teknologi transfer embrio.

Penggunaan bibit unggul melalui program breeding, kata dia, menjadi salah satu kunci untuk mendukung target swasembada daging dalam beberapa tahun ke depan.

"Apa yang disampaikan Pak Prabowo itu untuk lima tahun ke depan, dengan penambahan populasi dalam arti breeding, bukan penggemukan," katanya.

Pihaknya optimistis Sumsel memiliki potensi untuk berkontribusi dalam program swasembada daging nasional.

Menurut Ruzuan, sejumlah daerah seperti Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Banyuasin, Lubuklinggau, dan Muara Enim dinilai memiliki karakteristik yang mendukung pengembangan peternakan.

"Indonesia bisa, Sumsel bisa. Karena Sumsel salah satu provinsi yang bisa mendukung program swasembada daging," katanya.

Pengembangan sentra peternakan di daerah potensial tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Sumsel, tetapi juga menghasilkan populasi ternak yang dapat mendukung kebutuhan daerah lain.

Selain sapi, Sumsel juga memiliki potensi pengembangan kerbau rawa, terutama di Kabupaten Banyuasin, seperti wilayah Pampangan dan Rambutan.

"Kita ada ekosistem kerbau rawa di Banyuasin yang berkembang, apalagi di Pampangan dan Rambutan. Secara populasi, kerbau rawa terus bertambah," ujarnya.

Potensi kerbau rawa tersebut juga akan diarahkan untuk meningkatkan produksi susu kerbau. DKPP Sumsel berencana mengembangkan komoditas tersebut secara bertahap sehingga pemanfaatan ternak tidak hanya berorientasi pada produksi daging.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Megapolitan
Pemprov DKI Terus Buka Ruan...

Pemkot Tangerang Kian Gencarkan Kampanye Antikorupsi

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Kian Genca...
Luar Negeri
Menuju Babak Baru, Suriah K...
Luar Negeri
Gak Takut Kesepian, Gen Z P...
Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian yang Kompak Turun pada Rabu (19/8)

Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian yang Kompak Turun pada Rabu (19/8)

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.