Sequis Life Dorong Perempuan Wirausaha Perkuat Fondasi Finansial dan Jaringan Bisnis
📅 Rabu, 19 Agu 2026, 18:35 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Perempuan yang menjalankan usaha tidak hanya membutuhkan kemampuan mengembangkan bisnis, tetapi juga perlu memiliki fondasi finansial yang kuat serta jaringan yang dapat mendukung pertumbuhan usaha. Hal tersebut menjadi fokus sesi kelima sekaligus sesi terakhir Sequis Shepreneur Learning yang digelar Sequis Life.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan dan perlindungan finansial serta strategi membangun relasi yang bermakna. Dua materi yang diberikan adalah “Protect Your Future Through Financial Protection” oleh Agency Development Manager Sequis Life Henry Kurniawan dan “Network to Net-Worth: Turning Relationships Into Business Growth” oleh Founder & CEO Mamiru Priscilla Anais.
Henry Kurniawan menekankan bahwa perencanaan keuangan tidak sebatas meningkatkan pendapatan. Menurutnya, hasil yang telah diperoleh juga perlu dikelola dan dilindungi agar fondasi finansial yang dibangun dapat mendukung keberlangsungan kehidupan pribadi sekaligus usaha. Ia memperkenalkan pada konsep Perencanaan Finansial Sederhana melalui tiga langkah, yakni Adaptasi, Akselerasi, dan Antisipasi.
Adaptasi berkaitan dengan kemampuan memahami serta mengelola kondisi keuangan yang sedang dihadapi. Sementara itu, akselerasi dilakukan dengan meningkatkan kapasitas diri dan mengoptimalkan peluang untuk menambah pendapatan, baik melalui pengembangan usaha, pembukaan usaha baru maupun pengelolaan dana dan aset secara terencana.
“Adapun antisipasi diarahkan pada kesiapan menghadapi berbagai risiko dan kondisi tidak terduga yang dapat memengaruhi kondisi finansial pada masa mendatang,” ujar Henry.
Sebaiknya Anda baca juga:

Founder & CEO Mamiru Priscilla Anaismembawakan sesi Network to Net Worth: Turning Relationships Into Business Growth dalam Sequis Shepreneur Learning Series. (Sequis Life)
Bagi perempuan wirausaha, peningkatan omzet juga perlu diikuti pengelolaan keuangan yang disiplin. Pendapatan usaha perlu dialokasikan untuk kebutuhan operasional, kewajiban bisnis, kebutuhan pribadi, hingga tujuan finansial seperti tabungan dan investasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemisahan antara keuangan usaha dan pribadi serta pencatatan keuangan secara teratur menjadi bagian penting agar pelaku usaha dapat mengetahui kondisi finansial secara lebih jelas dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai.
Selain mengelola pendapatan, perempuan wirausaha juga perlu memperhitungkan risiko yang dapat mengganggu kemampuan menghasilkan pendapatan. Gangguan terhadap kemampuan tersebut dapat berdampak pada pemenuhan kebutuhan pribadi sekaligus kelangsungan usaha.
Networking sebagai Aset Pertumbuhan
Sementara itu, Priscilla Anais dalam materi “Network to Net-Worth” mengajak perempuan wirausaha melihat jaringan bukan sekadar kumpulan kontak atau kenalan, melainkan aset yang dapat membuka peluang pertumbuhan bisnis.
“Networking perlu dilakukan secara intentional dengan memahami nilai yang dimiliki serta menciptakan manfaat bersama. Membangun jaringan juga tidak selalu menuntut seseorang menjadi ekstrovert. Hubungan yang autentik dapat tumbuh melalui percakapan personal maupun keterlibatan dalam komunitas yang relevan,” paparnya/
Bagi pelaku usaha, jaringan yang tepat dapat menjadi sumber pengetahuan, perspektif baru, peluang kolaborasi hingga akses ke pasar yang lebih luas. Karena itu, wirausaha perlu memahami nilai yang dapat ditawarkan kepada pihak lain, baik berupa pengalaman, keahlian, komunitas maupun akses terhadap target pasar. Pendekatan tersebut memungkinkan kerja sama dibangun berdasarkan prinsip win-win, bukan hanya mengejar keuntungan satu pihak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!