'Smartwatch' Bukan Hanya Gaya & Tren, Kini Bergeser pada Kesehatan dan Olahraga
📅 Minggu, 16 Agu 2026, 07:23 WIB | Oleh: OpikPergeseran kebiasaan masyarakat ini juga diamati oleh Aditya (37), jurnalis media teknologi asal Bekasi. Menurutnya, smartwatch kini telah berevolusi menjadi aksesori wajib bagi banyak orang di Indonesia. Tren ini ditopang oleh inovasi tanpa henti dari produsen yang menghadirkan fitur lebih canggih, serta kesadaran masyarakat yang kian tinggi akan kesehatan dan gaya hidup aktif.
"Pengguna lebih disiplin berolahraga, lebih peduli pada pola tidur, dan memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap kesehatan tubuh," papar Aditya saat ditanya mengenai dampak positif dari tren ini. Dia menambahkan bahwa kehadiran fitur pengingat (reminder) dan elemen gamifikasi terbukti ampuh meningkatkan konsistensi pemakaian bagi banyak pengguna.
Adanya kepuasan psikologis saat pengguna bisa memantau metrik tubuhnya secara real-time, seperti angka detak jantung, jumlah kalori yang terbakar, dan pencapaian langkah harian, menjadikan perangkat ini bukan lagi sekadar penunjuk waktu. Menurut Aditya, hal ini menegaskan bahwa smartwatch telah menjelma menjadi "simbol gaya hidup berbasis data" berkat motivasi intrinsik untuk menjaga kesehatan yang berpadu dengan motivasi ekstrinsik dari tren sosial.
Tantangan
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski membawa segudang dampak positif, Aditya menyoroti bahwa industri ini masih memiliki tantangan yang harus diatasi, khususnya terkait persoalan validitas dan akurasi data kesehatan. Saat ini, tingkat presisi antarsensor terkadang masih bervariasi bergantung pada merek maupun kelas produk yang digunakan.
Ke depannya, dia menaruh harapan besar agar smartwatch tidak berhenti pada tren gaya hidup musiman semata, tetapi juga bertransisi menjadi solusi nyata untuk dukungan kesehatan yang berkelanjutan.
"Ini perlu sinergi yang baik antara pihak pengembang teknologi, tenaga medis, dan pembuat kebijakan guna memastikan bahwa pemanfaatan smartwatch berjalan efektif, aman, dan inklusif," ujar Aditya kepada Xinhua melalui surel pada Senin (10/8).
Sebaiknya Anda baca juga:
Tren ini pada akhirnya menyuguhkan sebuah paradigma baru, yakni masyarakat tidak lagi hanya mencari gawai agar terhubung dengan dunia maya, tetapi mereka juga membutuhkan alat bantu yang membuat mereka terus terhubung dengan kesehatan tubuhnya sendiri. Ant/xinhua
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!