Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Update Gempa NTT, Jumlah Korban Meninggal Bertambah Jadi 47 Jiwa

📅 Minggu, 16 Agu 2026, 09:24 WIB | Oleh:
Update Gempa NTT, Jumlah Korban Meninggal Bertambah Jadi 47 Jiwa Doc: ANTARA
Ket. Warga terdampak bencana gempa beristirahat di tenda pengungsian di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Sabtu (15/8/2026).

MAUMERE - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Sabtu (15/8) terus bertambah. Tim penyelamat terus menyisir puing-puing untuk mencari korban selamat.

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu malam, korban meninggal mencapai 47 orang. 

"Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang. Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Sabtu (15/8), dikutip dari detiknews.

Kepala BNPB, Suharyanto, sebelumnya mengatakan bahwa orang-orang terjebak di beberapa bangunan. "Ini akan menjadi target awal tim penanggulangan bencana," kata Suharyanto.

Menurut laporan BNPB, hampir 160 rumah, puluhan fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta bangunan publik lainnya rusak akibat gempa yang melanda pulau wisata populer di Indonesia bagian timur tersebut.

Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah mengatakan persiapan sedang dilakukan untuk memberikan bantuan kepada sekitar 2.000 orang di tempat penampungan sementara.

Pemerintah pusat mengirimkan 50.000 paket bantuan dengan total berat 275 ton ke daerah terdampak. 

Sementara dari luar negeri, Kepala Uni Eropa Ursula von der Leyen menawarkan bantuan dari satelit pengamatan Bumi Copernicus milik blok tersebut.

"Eropa siap mengerahkan Copernicus, mata-mata kami di angkasa, untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan. Indonesia, kami bersama Anda," tulisnya di X.

"Saya belum pernah merasakan gempa sebesar ini," kata Yulian Juita Ekalia, seorang warga yang tinggal di kota Ruteng lebih dari 100 kilometer (60 mil) sebelah barat pusat gempa, kepada AFP melalui telepon beberapa jam setelah gempa terjadi.

"Rasanya seperti kami sedang berada di atas trampolin; itu benar-benar menakutkan," kata dosen universitas berusia 37 tahun itu, yang terbangun tiba-tiba sekitar pukul 5.30 pagi.

"Saat aku bergegas keluar, semua barang di rumah berjatuhan: televisi, piala putraku, rak piring, koper di atas lemari. Ketika aku sampai di luar, putraku dan tetangga sudah ada di sana, berteriak ketakutan."

Pejabat penyelamat Fathur mengatakan kepada AFP bahwa fokusnya adalah menemukan korban yang mungkin terkubur di bawah reruntuhan, tetapi upaya penyelamatan menjadi rumit karena tanah longsor memutus akses jalan.

Banyak penduduk Flores yang kehilangan akses listrik dan telekomunikasi.

Warga di Nagekeo, daerah yang dekat dengan pusat gempa, bergegas ke tempat yang lebih tinggi saat air laut surut pada Sabtu pagi -- kemungkinan pertanda tsunami yang mendekat, seperti yang disaksikan wartawan AFP.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Nasional
Bapanas Kebut Penyaluran Ba...
Daerah
ITS Ubah Limbah Peternakan ...
Advertisement
Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.