Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rehabilitasi Lahan Kritis untuk Menekan Risiko Bencana

📅 Minggu, 16 Agu 2026, 23:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rehabilitasi Lahan Kritis untuk Menekan Risiko Bencana Doc: Antara
Ket. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung Anang Pratistianto memberikan keterangan terkait penanganan lahan kritis di Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (16/8/2026).

Tulungagung - Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mendorong rehabilitasi lahan kritis melalui penanaman kembali tanaman tegakan guna memulihkan fungsi ekologis kawasan sekaligus mengurangi risiko bencana akibat kerusakan lahan.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung Anang Pratistianto, Minggu, mengatakan, langkah rehabilitasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mencegah meluasnya kerusakan lahan, terutama di kawasan pegunungan wilayah selatan.

"Kami melakukan penanganan lahan kritis untuk mengembalikan fungsi ekologisnya sekaligus mengurangi dampak kerusakan lingkungan dan potensi bencana," kata Anang.

DLH Tulungagung mencatat sekitar 40 ribu hektare lahan di wilayah tersebut masuk kategori kritis, dengan sekitar 3 ribu hektare di antaranya tergolong sangat kritis.

Menurut Anang, sebagian besar lahan kritis berada di kawasan selatan, antara lain Kecamatan Tanggunggunung, Pucanglaban, dan Besuki.

Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi perubahan fungsi kawasan pegunungan menjadi lahan pertanian jagung.

Lahan yang mengalami kerusakan kehilangan sebagian fungsinya sebagai media tanam maupun pengatur tata air sehingga berpotensi meningkatkan kerentanan lingkungan ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Sebagai bagian dari rehabilitasi, pemerintah daerah mendorong penanaman tanaman tegakan yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Salah satu jenis yang dikembangkan adalah tanaman kopi.

"Kami menyediakan bibit tanaman tegakan yang dapat diambil secara gratis oleh masyarakat," ujarnya.

Selain pemulihan fungsi lahan, penanaman tanaman tegakan diharapkan memberikan alternatif ekonomi sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh manfaat dari kawasan tanpa memperluas kerusakan lingkungan.

DLH Tulungagung juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan merawat kawasan yang telah direhabilitasi agar pemulihan fungsi ekologis lahan dapat berlangsung berkelanjutan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Daerah
CFD Jadi Mesin Penggerak Ek...
Nasional
HUT ke-81 RI di Monas Penuh...
Daerah
Sepertiga Warga RT Harus Me...

Kapal Pesiar Swasta Dipakai Kemhan Gratis, Begini Faktanya

34 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Nasional
Kapal Pesiar Swasta Dipakai...
Daerah
Korban Gempa M7,7 NTT Capai...

Akses Wisata Ke Bromo akan Dibuka Jika Benar-benar Aman

35 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Akses Wisata Ke Bromo akan ...
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.