Saat Utang Jadi Beban, Pengusaha Ungkap Strategi Menyelamatkan Bisnis
📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 11:20 WIB | Oleh: Haryo BronoBagi dia, terlalu berfokus pada hasil yang tidak tercapai justru dapat menguras energi dan menghambat langkah berikutnya. Kemampuan menerima kerugian dan kembali membangun usaha menjadi bagian dari daya tahan seorang pengusaha.
Bukan Berarti Semua Pembiayaan Harus Dihentikan
Pengalaman para pengusaha tersebut tidak serta-merta berarti seluruh bentuk pembiayaan harus dihindari.
Khalid Bawazier, pengusaha dengan pengalaman bisnis lintas negara, menilai pembiayaan tetap dapat digunakan selama struktur transaksi, akad, kemampuan pembayaran, serta risikonya diperhitungakan secara tepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Khalid memiliki pengalaman di berbagai bidang bisnis, mulai dari industri makanan, kopi, sarung, ekspor tuna dan produk herbal hingga investasi di sektor perbankan syariah.
Menurut dia, persoalannya bukan semata-mata apakah sebuah bisnis menggunakan pembiayaan atau tidak, melainkan bagaimana transaksi tersebut dilakukan dan apakah mekanismenya sesuai dengan prinsip yang diterapkan.
Ia mencontohkan pembelian mesin melalui skema ketika bank terlebih dahulu membeli mesin tersebut sebelum menjualnya kembali kepada pengusaha dengan harga dan margin yang telah disepakati.
Sebaiknya Anda baca juga:
Khalid juga menekankan pentingnya menghitung kemampuan usaha sebelum mengambil pembiayaan. Jika bisnis tidak mampu memenuhi kewajiban, pengusaha harus memiliki rencana penyelesaian.
“Modal pertama pengusaha hebat bukan uang, tetapi ketenangan dan kepercayaan,” tegasnya.
Mengubah Cara Pandang terhadap Utang
Berbagai pengalaman tersebut memperlihatkan adanya paradoks dalam pertumbuhan bisnis. Modal memang dibutuhkan untuk berkembang, tetapi pertumbuhan yang terlalu bergantung pada utang dapat berubah menjadi beban yang justru menghambat perusahaan.
Karena itu, pertanyaan bagi pengusaha bukan sekadar apakah bisnis boleh berutang, melainkan apakah kewajiban tersebut mampu menghasilkan pertumbuhan yang cukup untuk membayar kembali kewajiban.
Pertumbuhan omzet, jumlah cabang, aset, maupun proyek belum tentu menunjukkan bahwa sebuah bisnis berada dalam kondisi sehat. Pertumbuhan baru memiliki makna ketika perusahaan mampu mengelola arus kas, memenuhi kewajiban, menjaga kepercayaan pasar, dan bertahan menghadapi berbagai tekanan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!