Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenpar Dorong Batik Jadi Bagian Wisata Pengalaman

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 06:12 WIB | Oleh:
Kemenpar Dorong Batik Jadi Bagian Wisata Pengalaman Doc: antara foto
Ket. Aksi membatik massal di Solo

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong batik sebagai bagian dari layanan wisata pengalaman yang dapat dinikmati oleh wisatawan mancanegara.

"Potensi batik sangat menarik karena batik bukan sekadar produk, tetapi juga proses dan filosofi hidup. Ini yang disebut UNESCO sebagai warisan budaya takbenda sejak 2009," kata Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini di Jakarta pada Rabu (30/9).

Made mengemukakan bahwa wisatawan dari negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand umumnya tertarik pada batik karena merasakan kedekatan budaya.

Menurut dia, batik juga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan dari negara seperti Jepang dan Korea Selatan yang umumnya menghargai keahlian dan menyukai detail.

Selain itu, batik dinilai menarik bagi wisatawan dari negara Eropa seperti Belanda, Jerman, dan Prancis yang menyukai budaya dan slow fashion maupun pelancong dari Amerika dan Australia yang menyukai cerita.

Made mengemukakan perlunya upaya untuk meningkatkan pengenalan batik kepada wisatawan asing serta mendorong pemasukan kampung batik ke dalam rencana perjalanan wisata agen perjalanan.

Di samping itu, menurut dia, upaya regenerasi perlu dilakukan untuk menghadirkan lebih banyak perajin batik muda guna mendukung pengembangan pelayanan pariwisata pengalaman yang mencakup batik dan kegiatan membatik.

Guna mendukung pengembangan layanan pariwisata yang mencakup batik, Kementerian Pariwisata menjadikan batik sebagai bagian dari program Desa Wisata Budaya dan Desa Wisata Batik.

Kampung Batik Kauman dan Laweyan di Solo, Desa Wisata Batik Giriloyo di Yogyakarta, Kampung Batik Pesindon dan Kauman di Pekalongan, Desa Wisata Batik Trusmi di Cirebon, serta Kampung Batik Lasem di Rembang menjadikan batik sebagai daya tarik utama.

Pemerintah menyediakan dukungan berupa pelatihan penyelenggaraan layanan penginapan, pemasaran digital, pembuatan e-katalog, serta penerapan Kebersihan, Keamanan, Kesehatan dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) kepada para pengelola desa wisata.

Made menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata juga aktif mempromosikan batik baik di dalam maupun luar negeri.

Kementerian Pariwisata memasukkan Festival Batik Pekalongan dan Solo Batik Carnival dalam Kharisma Event Nusantara, mengadakan pameran wastra, mempromosikan batik dalam kampanye #DiIndonesiaAja dan Wonderful Indonesia, serta memfasilitasi peserta program perjalanan wisata pengenalan merasakan pengalaman membatik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Bukan Cuma DNA, Tato Jadi P...
Nasional
Kemenpar Dorong Batik Jadi ...
Advertisement
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.