Saat Utang Jadi Beban, Pengusaha Ungkap Strategi Menyelamatkan Bisnis
📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 11:20 WIB | Oleh: Haryo BronoSementara itu, Fauzi Priambodo, pengusaha asal Surabaya yang sebelumnya berkarier sebagai konsultan dan strategic planner, menghadapi persoalan setelah bisnisnya berkembang agresif melalui pembiayaan.
Pembiayaan yang pada awalnya sekitar Rp2 miliar meningkat hingga sekitar Rp140 miliar seiring bertambahnya proyek.
Fauzi kemudian memutuskan menghentikan siklus tersebut. Dalam proses menyelesaikan kewajibannya, ia mengambil keputusan berat dengan menjual 20 gerai minimarket yang merupakan aset produktif.
Keputusan tersebut memperlihatkan paradoks dalam upaya menyelamatkan bisnis. Dalam situasi tertentu, aset yang menghasilkan pendapatan sekalipun dapat harus dilepas untuk mengurangi beban kewajiban.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dahlan Iskan menilai keberanian untuk mengerem ekspansi menjadi bagian penting dalam proses pemulihan bisnis.
“Seperti mobil yang sedang ngebut, harus direm. Kalau tidak direm, bisa masuk jurang,” ujar Dahlan.
Menurut dia, persoalannya bukan sekadar mempertahankan ukuran bisnis, tetapi menentukan kapan pengusaha harus memilih antara mempertahankan skala usaha dan menyelamatkan kesehatan bisnis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketika Piutang US$15 Juta Harus Dilepaskan
Persoalan finansial juga tidak selalu berbentuk utang. Zainur Nurochman, pengusaha yang pernah bergerak di bidang ekspor perikanan dan kemudian masuk ke bisnis kontraktor, menghadapi persoalan dari sisi piutang.
Ia pernah memiliki piutang sekitar US$15 juta yang sulit ditagih.
Alih-alih menghabiskan seluruh energi dan sumber daya untuk mengejar piutang tersebut, Zainur memilih mengalihkan fokus untuk membangun kembali bisnis. Sebagian besar kerugian ia terima dan energinya digunakan untuk mengembangkan usaha kontraktor serta menanam pisang.
Menurut Zainur, pengusaha perlu membedakan antara ikhtiar dan keterikatan terhadap hasil.
“Tugas manusia sebatas ikhtiar,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!