Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Saat Utang Jadi Beban, Pengusaha Ungkap Strategi Menyelamatkan Bisnis

📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 11:20 WIB | Oleh:

Setelah produknya terbukti mampu meningkatkan produksi padi hingga 40 persen, kepercayaan pasar mulai tumbuh. Produk tersebut juga mendapat penghargaan dari Menteri Pertanian Kamerun, Gabriel Mbairobe.

Pengalaman itu menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal finansial. Kualitas produk dan kepercayaan pasar juga dapat menjadi modal penting untuk memperluas usaha.

Dari 800 Cek Kosong hingga Menjadi Produsen

Kisah lebih ekstrem dialami Syaikhul Hadi, pengusaha sarana produksi pertanian asal Ponorogo.

Sebelum menghadapi persoalan utang, Syaikhul pernah memegang distribusi produk dari sekitar 55 perusahaan dan membuka cabang di berbagai wilayah Jawa hingga luar Jawa. Ekspansi tersebut membuat bisnisnya tumbuh cepat, tetapi sekaligus meningkatkan beban kewajiban.

Pada masa terberat, ia bahkan pernah menerbitkan hingga 800 kali cek kosong.

Titik balik terjadi pada 2018 setelah mendapat teguran dari ayahnya. Syaikhul kemudian menghentikan ketergantungannya pada perbankan dan mulai menyelesaikan kewajiban kepada para pihak yang memiliki tagihan.

Bisnis keagenannya pun harus dihentikan. Ia meminta waktu kepada para penagih, menjual produk yang masih tersimpan di gudang, serta menawarkan aset untuk dijual. Kewajiban kemudian diselesaikan secara bertahap.

Namun, pengalaman panjang sebagai distributor tidak ia tinggalkan. Setelah utangnya selesai, pengetahuan mengenai produk pupuk, jaringan pemasaran, serta pemahaman terhadap kebutuhan konsumen menjadi modal untuk membangun bisnis baru sebagai produsen sekaligus penjual pupuk.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa mengurangi utang atau deleveraging tidak selalu berarti mundur. Dalam kondisi tertentu, keputusan tersebut justru dapat menjadi titik awal untuk membangun kembali bisnis dengan fondasi yang lebih sehat.

Utang Rp350 Miliar dan Pelepasan Aset Produktif

Pengalaman lain datang dari Eka Nugraha, pengusaha telekomunikasi asal Bogor yang pernah memiliki utang hingga Rp350 miliar.

Setahun setelah bergabung dengan Keluarga Besar SyaREA World, utang tersebut disebut telah berkurang sekitar separuhnya. Bisnisnya pun perlahan berkembang tanpa lagi bergantung pada pembiayaan perbankan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Bukan Cuma DNA, Tato Jadi P...
Nasional
Kemenpar Dorong Batik Jadi ...
Advertisement
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.