Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

84 Desa di Halbar Punya Potensi Besar, Pemkab Dorong Usaha Berbasis Komoditas Lokal

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 05:13 WIB | Oleh:
84 Desa di Halbar Punya Potensi Besar, Pemkab Dorong Usaha Berbasis Komoditas Lokal Doc: Antara foto
Ket. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Halmahera Barat melakukan pendampingan program Tekad di desa, Rabu (30/9).

AMBON - Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, memperkuat pendampingan terhadap pelaksanaan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad) guna mendorong pengembangan usaha berbasis potensi lokal dan menumbuhkan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Barat Fadli Husein dalam keterangan di Ternate, Rabu, mengatakan pendampingan diperlukan agar berbagai usaha yang dikembangkan melalui program Tekad tidak berhenti setelah bantuan diberikan, tetapi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Keberlanjutan program perlu kita siapkan melalui pendampingan, termasuk bagaimana pemerintah desa dapat memanfaatkan anggaran ketahanan pangan untuk mendukung pengembangan usaha yang sudah berjalan," kata dia.

Ia mengatakan sebanyak 84 desa di Halmahera Barat menjadi penerima program Tekad sehingga perlu diarahkan untuk mengembangkan usaha sesuai potensi masing-masing wilayah.

Ia mengatakan, pemerintah daerah mengusulkan agar desa-desa penerima Tekad dikembangkan menjadi desa tematik berdasarkan komoditas unggulan yang dimiliki sehingga bantuan dan pendampingan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih terarah.

"Setiap desa memiliki potensi yang berbeda, sehingga pengembangannya perlu disesuaikan dengan potensi lokal. Kami juga mendorong agar desa penerima Tekad dapat diarahkan menjadi desa tematik," ujarnya.

Ia menambahkan, akses terhadap data Indeks Desa juga penting bagi pemerintah daerah dan pemerintah desa untuk menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran serta mendukung keberlanjutan usaha yang telah dibangun melalui Tekad.

Program Tekad Kemendes PDT di Halmahera Barat antara lain mendorong pengembangan rumah produksi briket berbahan batok kelapa di Desa Payo serta pengembangan komoditas cabai keriting di Desa Pateng.

Salah satunya Desa Payo menerima bantuan Rp100 juta pada 2026 melalui program demplot yang dimanfaatkan untuk membangun rumah produksi briket berbahan batok kelapa.

Ia mengatakan rumah produksi tersebut nantinya dilengkapi dengan pelatihan teknis pengolahan briket dan ditargetkan dapat menyerap sekitar 10 tenaga kerja.

Fasilitator Ekonomi Program Tekad Kabupaten Halmahera Barat Yohanis mengatakan pengolahan batok kelapa menjadi briket dapat meningkatkan nilai tambah komoditas yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Ia menyebut produksi batok kelapa dari petani di Desa Payo diperkirakan mencapai sekitar 50 ton dalam tiga bulan sehingga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bahan baku usaha desa.

"Kalau hasil kelapa batok dari petani bisa diolah di rumah produksi briket, maka nilai ekonominya akan meningkat. Karena itu kolaborasi antara BUMDes dan warga petani harus terbangun dengan baik," ujarnya.

Sementara itu, Desa Pateng mengembangkan komoditas cabai keriting melalui program Tekad. Desa tersebut menerima bantuan demplot sebesar Rp100 juta pada 2025 untuk pengembangan cabai keriting di lahan seluas satu hektare.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Nasional
Bukan Cuma DNA, Tato Jadi P...
Nasional
Kemenpar Dorong Batik Jadi ...
Advertisement
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.