Kabar Gembira, Gubernur Jatim Khofifah Sebut Hotspot Karhutla Bromo Sudah Bisa Dilokalisasi
📅 Rabu, 12 Agu 2026, 16:23 WIB | Oleh: SriyonoMALANG - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan kabar menggembirakan terkait upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Bromo yang terus berjalan maksimal sehingga titik panas atau hotspot mampu dilokalisasi oleh tim gabungan.
"Saya update tadi malam Pak Kepala BNPB ingin memaksimalkan, hari ini mudah-mudahan bisa selesai. Hotspot-nya (titik panas) relatif sudah dilokalisasi," kata Khofifah ditemui di Pendopo Agung Kabupaten Malang di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (12/8).
Dia menyampaikan titik panas saat ini masih didapati kemunculannya di wilayah Gunung Bromo sisi Kabupaten Pasuruan.
Khofifah menyampaikan, percepatan pemadaman terus dilakukan secara menyeluruh, dengan mengandalkan keberadaan helikopter water bombing atau pengebom air dari BNPB.
"Kan bantuan helikopter dari BNPB ada dua unit, yang satu kapasitas 1.000 liter dan yang Puma 4.000 liter. Ada lagi bantuan dari Abdulrachman Saleh, pemerintah provinsi juga mendatangkan dari Jawa Tengah, kami sewa," ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, gabungan di lapangan mengoptimalkan drone water spray yang difungsikan melakukan upaya pembasahan area guna mengantisipasi titik api baru.
Dia menyampaikan proses penanganan karhutla di Bromo tak terlepas dari kendala yang muncul karena faktor alam, seperti angin kencang dan kabut.
Kondisi alam berdampak pada operasional helikopter pengebom air dalam memadamkan api.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Akhirnya dua heli tidur dalam tanda kutip ya di Ranu Pani tapi tadi pagi sudah beroperasi kembali. BNPB berharap secepat mungkin karena helikopter perbantuan diharapkan bisa dibuat memadamkan di provinsi lain," ucapnya.
Gubernur Jawa Timur turut mengapresiasi upaya seluruh petugas gabungan dalam melakukan percepatan penanganan karhutla yang melanda Gunung Bromo.
Terpisah, Komandan Sektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan menyampaikan, titik api yang masih muncul hanya berada di wilayah Pasuruan.
"Satu-satunya titik yang masih menyala saat ini berada di kawasan Dingklik, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan," ucap Wahyu yang juga Komandan Korem 083/Baladhika Jaya.
Titik api disebutnya berada di area tebing dengan kontur medan terjal sehingga menyulitkan pemadaman dengan teknis manual lewat jalur darat.
Maka dari itu, pemadaman lewat jalur udara benar-benar diandalkan dalam proses penanganan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!