Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Iklim Berubah, Ekonomi Harus Ikut Berubah: Bappenas Dorong Ekonomi Hijau

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 16:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Iklim Berubah, Ekonomi Harus Ikut Berubah: Bappenas Dorong Ekonomi Hijau Doc: ANTARA/ Sulthony Hasanuddin.
Ket. Ilustrasi-Pekerja memanen basil di Ladang Farm, Cilandak, Jakarta.

JAKARTA – Ekonomi hijau penting karena pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya menghasilkan angka, tetapi juga harus menjaga sumber daya yang menjadi tumpuan hidup masyarakat.

Transisi menuju energi bersih, efisiensi sumber daya, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan dapat membuka lapangan kerja hijau, peluang usaha baru, serta meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.

Tantangannya, manfaat transisi harus benar-benar dirasakan masyarakat lokal, bukan hanya menjadi keuntungan bagi pelaku usaha besar.

Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) Nizhar Marizi menyatakan ekonomi hijau penting untuk masyarakat karena dampak perubahan iklim sangat konkret.

“Mengapa ini (ekonomi hijau) penting untuk masyarakat, untuk penduduk kita? Karena memang dampaknya (perubahan iklim) sangat konkret,” dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (12/8).

Dia menerangkan bahwa ekonomi hijau merupakan model pembangunan yang bisa menyeimbangkan antara kesejahteraan nasional dengan keberlanjutan dari sisi lingkungan.

Artinya, di satu sisi tetap fokus pada investasi, modal, infrastruktur, mendorong penciptaan lapangan kerja, tetapi juga menghasilkan keterampilan tenaga kerja yang lebih hijau (green jobs) dan mengimplementasikan kegiatan-kegiatan yang lebih ramah lingkungan dalam rangka menciptakan pertumbuhan lebih bersih dan berkelanjutan.

Apalagi, saat ini dampak perubahan iklim seperti cuaca tak menentu, banjir sering terjadi, kekeringan, hingga kenaikan permukaan air laut sudah terjadi, lanjut dia dalam Podcast Bappenas bertema “Green Indonesia Future Initiative (GIFT): Mempercepat Transformasi Ekonomi Hijau Indonesia” di Jakarta, Selasa (11/8).

Untuk merespons perubahan iklim tersebut, maka model pembangunan ekonomi hijau diperlukan untuk dapat menjaga lingkungan dan mendorong pertumbuhan dalam aspek ekonomi hingga sosial.

Salah satu yang disiapkan Bappenas untuk mengintervensi dampak perubahan iklim ialah GIFT, program kolaborasi bersama Global Green Growth Institute (GGGI) untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, menginisiasi investasi hijau, serta mengakselerasi lebih lanjut fondasi ekonomi hijau yang telah dibangun.

Dengan bahasa lain, GIFT disebut hendak menghubungkan tiga aspek ekonomi hijau yang selama ini berdiri sendiri-sendiri, yaitu perencanaan kebijakan, mobilisasi investasi, hingga implementasi

“Ini ingin diintegrasikan dalam suatu kerjasama yang baik dan sinergi, sehingga nanti diharapkan GGGI dengan kapasitasnya bisa membawa dan menghadirkan keahlian dari sisi investasi hijau, baik keahlian maupun investasinya di Indonesia, juga terutama karena anggotanya semakin berkembang, GGGI semakin dikenal, sehingga jejaringnya bisa dimanfaatkan oleh Indonesia.” ungkap Nizhar.

“Sementara Indonesia, dalam hal ini Bappenas, juga punya kewajiban untuk memastikan bahwa semua kegiatan dan semua investasi tersebut juga tetap selaras dengan prioritas pembangunan nasional,” kata dia.

Melalui GIFT, pihaknya berharap dapat mengakselerasi ekonomi hijau dengan memperluas lebih lanjut dampaknya, terutama dari sisi lapangan kerja hijau, meningkatkan akses untuk energi terbarukan, serta manfaatnya merata di berbagai daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Nasional
124 Ribu Kasus WNI Ditangan...
Luar Negeri
Kabut Asap Kebakaran Hutan ...

Waduk Wonorejo Alami Penyusutan Air

30 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Waduk Wonorejo Alami Penyus...
Daerah
Semarak Peringatan Hari Mus...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.