Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

124 Ribu Kasus WNI Ditangani Kemlu, Apa Saja Masalah yang Dihadapi?

2 Selasa, 13 Okt 2026, 05:40 WIB | Oleh:
124 Ribu Kasus WNI Ditangani Kemlu, Apa Saja Masalah yang Dihadapi? 124 Ribu Kasus WNI Ditangani Kemlu, Apa Saja Masalah yang Dihadapi? Doc: Antara foto
Ket. Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menemui para pegawai Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI usai serah terima jabatan menlu dari Sugiono di Jakarta, Senin (12/10).

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir menegaskan pelindungan WNI akan terus jadi prioritas dalam kepemimpinannya setelah pihaknya berhasil menyelesaikan permasalahan 124 ribu kasus terkait WNI di luar negeri dalam dua tahun terakhir.

“Sejak 2024 hingga September tahun ini, Kementerian Luar Negeri telah menyelesaikan sekitar 124 ribu kasus yang melibatkan WNI di luar negeri,” ucap Arrmanatha dalam pernyataan pers perdana usai serah terima jabatan menteri luar negeri dari Sugiono di Jakarta, Senin.

Menurut Menlu RI, di balik setiap angka tersebut ada keluarga yang menunggu kabar dan orang tua yang ingin melihat anaknya pulang dengan selamat meski menghadapi masalah dalam berbagai bentuknya di luar negeri.

Ia memastikan bahwa demi mempertahankan pelindungan WNI sebagai prioritas Kemlu RI di bawah pimpinannya kini, pihaknya akan mengusahakan, antara lain, respons krisis yang lebih sigap serta layanan digital bagi WNI yang semakin terintegrasi.

“Paspor Indonesia harus berarti satu hal: Di mana pun anda berada, negara senantiasa ada di belakang anda,” tegasnya.

Arrmanatha menyebut langkah pelindungan WNI merupakan pengejawantahan UUD 1945 yang mengamanatkan negara untuk melindungi segenap bangsa Indonesia.

Ia pun menegaskan bahwa amanat UUD 1945 akan terus menjadi dasar diplomasi berprinsip Indonesia.

Lebih lanjut, jaminan pelindungan bagi para WNI tersebut merupakan bentuk kontribusi Kemlu RI dalam mewujudkan ketahanan nasional yang menjadi prioritas diplomasi dan ekonomi Indonesia.

Menlu RI berkata diplomasi Indonesia juga akan terus dioptimalkan agar dapat menyukseskan agenda strategis kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan memajukan prioritas pembangunan nasional.

Arrmanatha kemudian menyoroti berbagai sektor yang kerja samanya telah terjalin antara Indonesia dengan negara-negara sahabat, antara lain optimalisasi produksi beras dengan Jepang dan Korea Selatan serta peternakan sapi perah dengan Vietnam.

Kemudian, pengembangan pembangkit listrik tenaga thorium dan panas bumi dengan Jepang serta ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi dengan China, ucapnya.

Kemlu RI akan memastikan kerangka kerja sama yang ada dan tengah disusun dapat diterjemahkan menjadi aksi konkret yang bermanfaat bagi Indonesia, dalam mewujudkan ketahanan nasionalnya, maupun para mitra, kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.