Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menggiurkan! Hasilkan 13-16 Juta Rupiah per Bulan, Pemkot Mataram Petakan Modus Terselubung Badut Jalanan

2 Senin, 12 Okt 2026, 19:57 WIB | Oleh:
Menggiurkan! Hasilkan 13-16 Juta Rupiah per Bulan, Pemkot Mataram Petakan Modus Terselubung Badut Jalanan Menggiurkan! Hasilkan 13-16 Juta Rupiah per Bulan, Pemkot Mataram Petakan Modus Terselubung Badut Jalanan Doc: ANTARA/Nirkomala
Ket. Aktivitas badut di salah satu titik di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan pemetaan terhadap modus praktik badut jalanan untuk memahami pola operasi, mengidentifikasi faktor pendorong, serta memetakan sebaran lokasi guna merumuskan kebijakan penertiban dan pembinaan sosial yang tepat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram Irwan Rahadi di Mataram, Senin (12/10), mengatakan, hasil pemetaan sementara bersama Dinas Sosial Kota Mataram menunjukkan adanya tiga kemungkinan motif yang melatarbelakangi aktivitas badut jalanan.

"Tiga motif itu meliputi, ada yang diduga bergerak karena sudah diatur pihak tertentu, ada yang memang mencari penghasilan sendiri, dan ada pula yang aktivitasnya berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban di jalan raya," katanya.

Menurut dia, perbedaan motif tersebut perlu ditelusuri agar pemerintah dapat menentukan langkah penanganan yang tepat. Penertiban di lapangan saja dinilai belum cukup jika pihak yang mengatur aktivitas itu belum teridentifikasi.

Dalam pembagian tugas, katanya, Dinsos melakukan pendataan identitas sekaligus memberikan pembinaan kepada para badut jalanan. Sementara Satpol PP menangani pelanggaran yang berkaitan dengan ketertiban umum.

Dikatakan, pembinaan tidak akan menjadi akhir dari penanganan apabila pelanggaran terus berulang karena itu petugas membuka kemungkinan menyita perlengkapan badut secara permanen terhadap mereka yang kembali beraktivitas setelah ditertibkan.

"Kalau sudah dibina tetapi tetap mengulangi perbuatannya, kami akan ambil tindakan lebih tegas dengan menyita secara permanen perlengkapan mereka apabila kembali ditemukan melakukan aktivitas serupa," katanya.

Apalagi, tambahnya, penggunaan ruang publik harus mengikuti ketentuan yang berlaku dan alasan mencari nafkah tidak serta-merta membenarkan aktivitas yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.

"Masalahnya bukan semata-mata mereka mencari uang, tapi jalan raya memiliki aturan yang wajib dipatuhi. Aktivitas apa pun yang melanggar ketentuan di ruang publik tetap harus ditertibkan," katanya.

Satpol PP Kota Mataram, saat ini masih memetakan persebaran badut jalanan untuk mengidentifikasi pihak yang diduga mengoordinasikan mereka. Penelusuran tersebut diharapkan dapat mengungkap pola pergerakan sekaligus mencegah aktivitas serupa terus berulang.

Hal itu dimaksudkan karena pemerintah ingin memastikan penanganan menyentuh persoalan mendasar, bukan hanya mengamankan kostum yang digunakan para badut.

"Kami sedang menelusuri siapa yang berada di balik aktivitas mereka dan bagaimana pola pengaturannya. Dengan begitu, penanganan tidak sebatas menyita perlengkapan, tetapi juga bisa memberikan efek jera dan menjawab persoalan yang sebenarnya," katanya.

Kepala Dinsos Kota Mataram Muzakkir Walad sebelumnya menyebutkan, potensi penghasilan badut jalanan yang beroperasi di sejumlah titik keramaian dapat mengantongi pendapatan bersih Rp13 juta hingga Rp16 juta per bulan per satu badut.

Berdasarkan penelusuran Dinsos, sebagian besar badut jalanan yang beraktivitas di Mataram diduga berasal dari luar daerah. Solo, Jawa Tengah, menjadi salah satu daerah asal yang teridentifikasi.

Mereka diketahui tinggal di sejumlah kawasan, terutama di Kecamatan Sandubaya, termasuk sekitar Bertais dan Mandalika dengan jumlah badut jalanan yang beroperasi di Mataram mencapai 32 orang. Mereka biasanya beraktivitas di persimpangan lampu merah hingga pusat perbelanjaan.

"Aktivitas mereka tersebar di beberapa wilayah dengan pembagian lokasi yang diduga dikoordinasikan oleh pihak tertentu," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Yuk “Jelong-jelong” ke Tujuh Pulau lewat Tour de EnTeTe

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Yuk “Jelong-jelong” ke ...
Luar Negeri
Gempuran AI, Bagaimana Seni...

Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar karena Situasi Timur Tengah

55 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Yamaha Mundur dari MotoGP Q...
Advertisement
Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.