Infantino Makin Tertekan, UEFA, AFC dan CONCACAF Desak Investigasi Independen
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 00:02 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra“Kepemimpinan dalam sepak bola bukanlah sebuah kepemilikan. Ini bukan soal memegang atau menuntut kekuasaan. Kepemimpinan merupakan kewajiban untuk melayani keluarga sepak bola yang telah memberikan kepercayaan.”
Sumber yang mengetahui perkembangan konflik tersebut mengatakan surat itu dapat menjadi jalan keluar bagi Infantino untuk mengakhiri masa jabatannya secara terhormat. Infantino diketahui tengah memburu dukungan untuk mempertahankan kursi Presiden FIFA pada pemilihan berikutnya.
UEFA, dengan dukungan AFC dan CONCACAF, bahkan telah mengancam kemungkinan memboikot turnamen FIFA apabila tidak ada jaminan bahwa proposal serupa tidak akan kembali diajukan.
Konflik tersebut juga mendorong ketiga konfederasi mempertimbangkan kemungkinan menggelar kompetisi bersama.
Menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut, UEFA, AFC, dan CONCACAF tengah mengeksplorasi opsi kompetisi yang memungkinkan para pemain tetap mendapatkan kesempatan bertanding apabila hubungan dengan FIFA semakin memburuk.
Jika terealisasi, langkah tersebut akan menjadi tantangan serius terhadap otoritas FIFA sebagai badan tertinggi sepak bola dunia.
Krisis semakin rumit setelah pertemuan darurat FIFA di Maroko pekan lalu. UEFA, AFC, dan CONCACAF mengkritik pertemuan tersebut karena dinilai hanya menghadirkan satu pejabat yang terpilih secara demokratis.
Di tengah tekanan itu, Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia Lise Klaveness juga meminta Infantino mundur dari jabatannya.
Klaveness selama ini dikenal sebagai salah satu pengkritik paling vokal terhadap Infantino. Pernyataannya menambah tekanan terhadap sang presiden FIFA yang kini menghadapi oposisi terbuka dari sejumlah pihak.
Meski mendapat serangan dari tiga konfederasi, Infantino masih memiliki basis dukungan yang cukup kuat.
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) sebelumnya menyatakan dukungan terhadap Infantino atas nama 54 anggota mereka. Sejumlah negara Amerika Selatan, termasuk Argentina, Paraguay, Ekuador, dan Bolivia, juga berada di belakangnya.
Meksiko turut menyatakan dukungan, meskipun negara tersebut merupakan anggota CONCACAF yang secara institusional kini mengambil sikap kritis terhadap Infantino.
FIFA sendiri berusaha membendung gelombang penolakan tersebut. Badan sepak bola dunia itu menuding adanya upaya terkoordinasi untuk melemahkan kepemimpinan Infantino.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!