Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ironi Tongkok! Rekor Bangun Energi Surya dan Angin, tapi 360 TWh Listrik Bersih Terbuang Sia-sia

📅 Sabtu, 08 Agu 2026, 00:25 WIB | Oleh:

CREA merekomendasikan agar aturan pasar listrik direvisi sehingga pembangkit batu bara hanya beroperasi ketika benar-benar dibutuhkan.

"Pembangkit batu bara harus diberi insentif sekaligus diwajibkan mengurangi produksi ketika pasokan listrik dari tenaga surya dan angin sedang tinggi," ujar Qin.

PLTU Batu Bara Masih Masif

Kekhawatiran terhadap potensi krisis listrik juga mendorong Tiongkok terus membangun pembangkit batu bara baru.

Saat ini, Tiongkok membangun 10 gigawatt (GW) kapasitas batu bara baru untuk setiap 1 GW pembangkit lama yang dipensiunkan. Selain itu, masih ada sekitar 274 GW proyek pembangkit batu bara yang sedang dalam tahap pembangunan.

Sebagai perbandingan, total kapasitas pembangkit listrik Singapura hanya sekitar 13 GW.

Gelombang pembangunan tersebut merupakan dampak dari banyaknya izin pembangunan PLTU yang diterbitkan pemerintah daerah pada 2022–2023 setelah krisis listrik besar melanda sekitar 20 provinsi pada 2021.

Akibat bertambahnya PLTU baru, produksi listrik berbasis batu bara meningkat 3,4 persen pada semester pertama 2026, berbalik dari tren penurunan yang terjadi pada 2025.

Namun, tingkat pemanfaatan setiap pembangkit batu bara justru turun ke level terendah sejak 2021. Hal ini menunjukkan PLTU semakin banyak difungsikan sebagai pembangkit cadangan.

Porsi Batu Bara Mulai Menurun

Meski pembangunan PLTU masih berlangsung, laporan tersebut menegaskan batu bara tidak lagi mendominasi sistem kelistrikan Tiongkok.

Pada semester pertama 2026, kontribusi batu bara terhadap total produksi listrik Tiongkok turun menjadi 49,7 persen, untuk pertama kalinya dalam sejarah modern menyumbang kurang dari separuh pasokan listrik nasional.

Analis energi senior lembaga riset Ember, Muyi Yang, menilai kondisi tersebut menunjukkan transisi energi Tiongkok memasuki fase baru.

Menurutnya, semakin banyak provinsi yang mulai memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik melalui energi bersih, sehingga pertumbuhan pembangkit batu bara mulai melambat.

Pemerintah Tiongkok juga terus mempercepat reformasi sektor kelistrikan. Pada 3 Agustus lalu, Beijing meluncurkan rencana modernisasi sistem kelistrikan nasional selama lima tahun ke depan agar mampu menyerap porsi energi terbarukan yang jauh lebih besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Luar Negeri
Norwegia Alokasikan Dana Ke...
Luar Negeri
AS Dorong Venezuela Segera ...
Advertisement
Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.