Ibu Menyusui Apakah Aman Konsumsi Cokelat? Ini Dia Dampaknya bagi Bayi Anda!
📅 Sabtu, 08 Agu 2026, 06:31 WIB | Oleh: OpikSementara itu, cokelat putih dibuat tanpa padatan kakao sehingga hampir tidak mengandung theobromine dan memiliki kadar kafein yang jauh lebih rendah. Namun, cokelat putih biasanya mengandung manis dan lemak yang lebih tinggi.
Dengan kata lain, tidak ada jenis cokelat yang sepenuhnya lebih baik untuk ibu menyusui. Keduanya dapat dikonsumsi sesekali dalam jumlah yang wajar sesuai kebutuhan.
Bagaimana dengan makanan berbahan dasar cokelat?
Ibu menyusui juga boleh menikmati berbagai makanan yang mengandung cokelat, seperti kue cokelat, es krim cokelat, susu cokelat, atau biskuit cokelat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, makanan tersebut sebaiknya hanya dijadikan camilan sesekali. Pasalnya, produk olahan cokelat umumnya mengandung tambahan lemak, dan kalori yang cukup tinggi.
Selain itu, beberapa produk berbahan dasar cokelat juga mengandung susu sapi atau telur. Bila bayi memiliki alergi terhadap protein susu sapi atau telur, dokter mungkin akan menyarankan ibu untuk sementara menghindari makanan yang mengandung bahan tersebut.
Tetap utamakan pola makan bergizi seimbang
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama menyusui, kebutuhan gizi ibu meningkat karena tubuh memproduksi ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.
Oleh sebab itu, makanan bergizi tetap harus menjadi prioritas utama. Perbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, protein tanpa lemak, serta cukup minum air putih setiap hari.
Cokelat dapat menjadi camilan yang dinikmati sesekali, tetapi sebaiknya tidak menggantikan makanan bergizi yang dibutuhkan ibu dan bayi.
Kesimpulan
Ibu menyusui pada dasarnya tetap boleh makan cokelat selama dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan. Kandungan kafein dan theobromine di dalam cokelat umumnya aman bila dikonsumsi sesuai batas yang dianjurkan.
Meski begitu, setiap bayi memiliki respons yang berbeda. Jika setelah ibu mengonsumsi cokelat bayi menjadi lebih rewel, sulit tidur, mengalami ruam, atau muncul gangguan pencernaan, sebaiknya hentikan sementara konsumsi cokelat dan konsultasikan dengan dokter.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!