Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ibu Menyusui Apakah Aman Konsumsi Cokelat? Ini Dia Dampaknya bagi Bayi Anda!

📅 Sabtu, 08 Agu 2026, 06:31 WIB | Oleh:

Setiap bayi memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi ibunya. Oleh karena itu, ibu menyusui disarankan untuk memperhatikan apakah ada perubahan pada kondisi bayi setelah mengonsumsi cokelat.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

- Bayi menjadi lebih rewel atau gelisah.

- Sulit tidur atau mengalami insomnia.

- Menolak menyusu.

- Muncul ruam pada kulit.

- Tampak lebih hiperaktif dari biasanya.

- Perubahan pola buang air besar atau tinja.

- Perut bayi tampak kembung atau sering mengeluarkan gas.

Jika gejala tersebut muncul dan diduga berkaitan dengan konsumsi cokelat, sebaiknya hentikan sementara konsumsi cokelat dan konsultasikan dengan dokter untuk memastikan penyebabnya.

Mana yang lebih baik, cokelat hitam atau cokelat putih?

Jenis cokelat yang dipilih juga dapat memengaruhi jumlah kafein dan theobromine yang dikonsumsi.

Cokelat hitam mengandung lebih banyak kakao sehingga memiliki kadar kafein dan theobromine yang lebih tinggi. Namun, cokelat hitam juga memiliki kandungan flavonoid, yaitu antioksidan yang diketahui bermanfaat bagi kesehatan jantung. Selain itu, kadar gulanya umumnya lebih rendah dibandingkan cokelat putih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
Advertisement
gaia musik festival
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.