Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Uji Penetrasi Ketinggian Rendah Helikopter Serang Z-10 untuk Terobos Pertahanan Musuh, Skenario Invasi Taiwan?

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 00:02 WIB | Oleh:
Tiongkok Uji Penetrasi Ketinggian Rendah Helikopter Serang Z-10 untuk Terobos Pertahanan Musuh, Skenario Invasi Taiwan? Doc: Istimewa
Ket. Dalam operasi semacam itu, helikopter serang tidak hanya bertugas menghancurkan kendaraan lapis baja lawan, tetapi juga membuka jalur bagi pasukan lintas udara.

BEIJING - Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) kembali meningkatkan intensitas latihan militernya dengan menguji kemampuan helikopter serang Z-10 melakukan penetrasi di ketinggian rendah. Sejumlah analis menilai latihan tersebut merupakan bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan operasi militer di Selat Taiwan, termasuk skenario pendaratan pasukan di pulau itu.

Menurut laporan Military Watch Magazine, latihan difokuskan pada kemampuan helikopter terbang sangat rendah mengikuti kontur medan guna menghindari deteksi radar dan memperkecil risiko ditembak sistem pertahanan udara musuh.

Kemampuan ini dinilai sangat penting apabila Tiongkok harus melancarkan operasi lintas selat menuju Taiwan, yang diperkirakan akan dipertahankan oleh jaringan rudal antipesawat, radar, dan sistem pertahanan berlapis.

Z-10 merupakan helikopter serang utama Angkatan Darat PLA yang mulai dioperasikan sejak 2009. Varian terbaru telah dibekali mesin WZ-16 yang meningkatkan performa terbang serta daya tahan operasi.

Helikopter ini mampu membawa hingga 16 rudal antitank HJ-10, sehingga daya tembaknya kini mendekati helikopter serang kelas berat seperti AH-64 Apache milik Amerika Serikat maupun Mi-28 buatan Rusia.

Laporan tersebut menyebut latihan serupa telah beberapa kali digelar dalam beberapa tahun terakhir. Frekuensi latihan yang terus meningkat menunjukkan PLA semakin memprioritaskan operasi penetrasi ketinggian rendah, yang diyakini sangat relevan dengan skenario konflik di Selat Taiwan.

Dalam operasi semacam itu, helikopter serang tidak hanya bertugas menghancurkan kendaraan lapis baja lawan, tetapi juga membuka jalur bagi pasukan lintas udara. Mereka dapat melakukan pengintaian bersenjata, menekan posisi pertahanan musuh, mengawal helikopter pengangkut pasukan, hingga melindungi proses pendaratan personel di wilayah yang diperebutkan.

Selain memaksimalkan armada Z-10, Tiongkok juga tengah mempercepat pengembangan helikopter tempur generasi baru.

Salah satunya adalah Z-21, helikopter serang kelas berat pertama buatan Tiongkok yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. Sementara itu, Z-20T Assault Eagle, varian tempur dari helikopter utilitas Z-20, telah diperkenalkan kepada publik dalam parade militer pada September 2025.

Wakil Kepala Perancang Institut Penelitian dan Pengembangan Helikopter China, Zhu Minfeng, menjelaskan bahwa Z-20T dirancang untuk mendukung operasi di wilayah pegunungan, hutan, hingga kawasan perkotaan. Helikopter tersebut juga mampu mengangkut pasukan sekaligus memberikan dukungan tembakan terhadap sasaran darat maupun udara.

Menurut Zhu, pembagian peran kedua helikopter sudah dirancang sejak awal.

"Jika misi hanya membutuhkan kemampuan serangan, maka Z-10 adalah pilihan terbaik. Namun bila operasi juga memerlukan pengangkutan pasukan dan dukungan tempur secara bersamaan, Z-20T akan menjadi platform yang lebih sesuai," ujarnya.

Dengan kombinasi Z-10, Z-20T, dan kehadiran Z-21 di masa depan, Tiongkok diperkirakan sedang membangun kemampuan serangan udara yang lebih kompleks. Langkah ini dinilai akan sangat berguna apabila Beijing suatu saat memutuskan melancarkan operasi militer skala besar terhadap Taiwan, meski hingga kini pemerintah China tetap menyatakan masih mengutamakan reunifikasi secara damai dan tidak menutup opsi penggunaan kekuatan militer sebagai pilihan terakhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Megapolitan
DPRD DKI Minta Penanganan 9...
Advertisement
WMO dan PBB Peringatkan El Niño Meningkat Menuju Level Sangat Kuat, Timbulkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027 dan Dampaknya pada Masyarakat Rentan

WMO dan PBB Peringatkan El Niño Meningkat Menuju Level Sangat Kuat, Timbulkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027 dan Dampaknya pada Masyarakat Rentan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.