Kemendag Andalkan ISF 2026 untuk Pacu Laju Ekonomi di Kuartal III
📅 Jumat, 07 Agu 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Mendorong peningkatan konsumsi masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, terutama ketika investasi dan ekspor menghadapi tekanan eksternal.
Peningkatan daya beli melalui stabilitas harga, penciptaan lapangan kerja, serta berbagai stimulus fiskal dapat memperkuat permintaan domestik yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi Indonesia.
Namun, agar konsumsi tumbuh secara berkelanjutan, kebijakan tidak cukup hanya bersifat jangka pendek, melainkan juga harus meningkatkan pendapatan riil masyarakat dan kepercayaan konsumen sehingga belanja rumah tangga tetap kuat tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan pelaksanaan Indonesia Shopping Festival (ISF) 2026 menjadi salah satu penggerak konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2026.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan menilai peningkatan aktivitas belanja melalui festival diskon dapat mendorong konsumsi rumah tangga yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Lebih dari 50 persen struktur PDB kita terbentuk dari konsumsi domestik. Berbicara konsumsi domestik, ini sangat erat kaitannya dengan sektor ritel," kata Iqbal dalam acara pembukaan ISF 2026, di Jakarta, Jumat.
Menurutnya, sektor ritel merupakan salah satu tulang punggung perekonomian karena berkaitan langsung dengan aktivitas konsumsi masyarakat.
Iqbal menilai indeks keyakinan konsumen (IKK) Indonesia terhadap kondisi ekonomi di tengah ketidakpastian masih berada di zona optimis yang mendukung pertumbuhan sektor perdagangan ritel.
Sebaiknya Anda baca juga:
Maka itu, berbagai program diskon yang digelar sektor ritel merupakan bagian dari upaya menjaga konsumsi masyarakat.
Iqbal mengatakan peningkatan transaksi selama ISF 2026 dapat memberikan dampak langsung terhadap konsumsi rumah tangga dan turut menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2026. Hal ini menjadi penting setelah pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tercatat mengalami perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya.
Karena itu, pemerintah secara konsisten mendukung berbagai program promosi dan festival belanja untuk menjaga momentum konsumsi.
ISF 2026 ditargetkan mencatat transaksi hingga Rp38 triliun, meningkat dibandingkan capaian ISF 2025 yang mencapai sekitar Rp25 triliun. Iqbal mengatakan dengan program diskon yang menarik, realisasi transaksi tahun ini optimis dapat melampaui target tersebut.
"Ini bukan hanya optimisme, tetapi juga ajakan agar transaksi bisa lebih dari Rp38 triliun," katanya.
Selain mendorong konsumsi, Kemendag ingin agar momentum festival belanja memberikan manfaat lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!