Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenali Mastitis, Gangguan Menyusui yang Bisa Dicegah dan Ditangani

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 19:05 WIB | Oleh:

Pemeriksaan juga diperlukan jika muncul benjolan keras yang semakin besar atau keluar nanah dari puting.

Dokter dapat memberikan obat pereda nyeri dan, jika diperlukan, antibiotik yang aman bagi ibu menyusui. Apabila mastitis telah berkembang menjadi abses, tindakan drainase mungkin diperlukan untuk mengeluarkan nanah. Prosedur tersebut dapat dilakukan melalui aspirasi menggunakan jarum atau sayatan kecil, bergantung pada ukuran dan kondisi abses.

Mastitis tidak selalu membutuhkan tindakan operasi. Penanganan umumnya diawali dengan memperbaiki posisi dan perlekatan bayi saat menyusu serta memberikan terapi antinyeri dan antiperadangan. Antibiotik dapat diberikan apabila terdapat indikasi infeksi bakteri.

Jangan Memijat Payudara Terlalu Keras

Mastitis juga kerap dikaitkan dengan praktik pemijatan payudara. Menurut Anastasia, payudara yang mengalami mastitis dapat disentuh atau dipijat, tetapi harus dilakukan dengan sangat lembut. Pijatan yang terlalu kuat atau tekanan berlebihan justru dapat memperburuk pembengkakan dan peradangan pada jaringan payudara.

Jika ibu merasa perlu melakukan pemijatan, tekniknya sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter konselor laktasi. Setelah itu, proses menyusui atau memerah ASI dapat dilanjutkan pada payudara yang mengalami mastitis.

“Posisi dan perlekatan bayi juga perlu diperhatikan, sedangkan kompres dingin dapat digunakan setelah menyusui atau memerah ASI untuk membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan,” tuturnya.

Benjolan Payudara Tidak Selalu Berarti Mastitis

Benjolan pada payudara selama masa menyusui juga tidak selalu menunjukkan kondisi berbahaya. Benjolan dapat disebabkan oleh saluran susu yang tersumbat, mastitis, maupun kista. Meski demikian, perkembangan benjolan perlu dipantau.

“Apabila benjolan tidak menghilang dalam beberapa hari, disertai nyeri atau demam, maupun diikuti perubahan pada kulit payudara, ibu sebaiknya segera memeriksakannya ke dokter,” ujarnya.

Pencegahan Dimulai dari Teknik Menyusui

Ibu yang pernah mengalami mastitis memiliki risiko lebih tinggi untuk kembali mengalami kondisi tersebut, baik pada periode menyusui yang sama maupun kehamilan berikutnya. Salah satu faktor yang dapat memicu mastitis adalah teknik perlekatan bayi yang kurang tepat atau pengosongan payudara yang tidak optimal.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko mastitis antara lain menyusui sesuai keinginan bayi tanpa membatasi durasi, mengeluarkan ASI sesuai kebutuhan bayi, serta menghindari bendungan ASI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Ekonomi
Lebih dari 150 Perusahaan M...
Luar Negeri
Slovakia Minta Uni Eropa Fo...
Daerah
BNPB Umumkan Banjir di Kota...

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

05 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.