Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ada Lonjakan Signifikan, Maluku Catat Nilai Ekspor 28,46 Juta Dolar AS di Semester I 2026

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 00:13 WIB | Oleh:
Ada Lonjakan Signifikan, Maluku Catat Nilai Ekspor 28,46 Juta Dolar AS di Semester I 2026 Doc: Antara foto
Ket. Komoditas Pala Maluku di dalam gudang penyortiran siap untuk diekspor ke berbagai negara peminat.

AMBON - Pemerintah Provinsi Maluku mencatat nilai ekspor daerah sepanjang semester I 2026 mencapai 28,46 juta dolar Amerika Serikat (AS), meningkat 23,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya seiring menguatnya sektor produksi dan perdagangan luar negeri di daerah itu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Achmad Jais Ely di Ambon, Selasa, mengatakan peningkatan tersebut menjadi indikator positif bahwa produk unggulan Maluku semakin mampu bersaing di pasar internasional.

"Nilai ekspor Maluku pada semester I 2026 mencapai 28,46 juta dolar AS atau tumbuh 23,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha hingga lembaga pendukung lainnya," katanya.

Ia mengatakan pertumbuhan ekspor tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan percepatan yang dilakukan pemerintah daerah untuk memperkuat sektor produksi dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.

Menurut dia, pemerintah daerah terus mengarahkan pembangunan ekonomi dari yang semula bertumpu pada konsumsi menjadi ekonomi yang lebih produktif dan berorientasi ekspor.

"Peningkatan ekspor menjadi bagian dari strategi membangun ekonomi daerah yang memiliki nilai tambah tinggi dan mampu menembus pasar global," ujar dia.

Ia menjelaskan, di bawah kepemimpinan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath, Pemerintah Provinsi Maluku menjalankan program prioritas Sapta Cita Lawamena yang menitikberatkan pada peningkatan produksi daerah, penguatan hilirisasi komoditas unggulan, serta perluasan kesempatan usaha bagi masyarakat.

Sebagai perangkat daerah yang membidangi sektor perdagangan, Disperindag Maluku juga terus memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui berbagai layanan pendampingan.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Pojok Layanan Lawamena (Lawamena Service Corner), yang memberikan pendampingan terpadu kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta eksportir lokal, mulai dari informasi pasar, fasilitasi perizinan, hingga pengembangan jejaring perdagangan.

"Layanan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha sehingga semakin banyak produk Maluku yang dapat menembus pasar ekspor," katanya.

Ia optimistis tren peningkatan ekspor akan terus berlanjut hingga akhir 2026 seiring meningkatnya permintaan terhadap sejumlah komoditas unggulan Maluku.

Menurut dia, sektor perikanan dan kelautan masih menjadi penyumbang utama ekspor daerah. Produk seperti tuna loin dan fillet secara rutin dipasarkan ke Amerika Serikat, Jepang, dan Thailand, sementara kerapu hidup memenuhi permintaan pasar Asia.

Selain itu, komoditas udang vannamei dan kepiting juga menunjukkan pertumbuhan ekspor yang konsisten sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pasar internasional.

Di sektor pertanian dan perkebunan, rempah-rempah khas Maluku seperti pala beserta fuli serta cengkih tetap menjadi komoditas andalan yang memiliki permintaan tinggi di berbagai negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Nasional
BMKG Peringatkan Potensi Ge...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.