Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Baik! Musim Hujan Akhiri Kekeringan, El Nino Ternyata Bertahan sampai 2027

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 12:48 WIB | Oleh:
Kabar Baik! Musim Hujan Akhiri Kekeringan, El Nino Ternyata Bertahan sampai 2027 Doc: Antara foto
Ket. Petani menanam padi di area genangan Waduk Saradan, Madiun, Jawa Timur, Sabtu (19/9).

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan ancaman kekeringan di Indonesia diprediksi berakhir seiring masuknya musim hujan mulai Oktober - Desember 2026, meskipun fenomena El Nino di Samudra Pasifik diproyeksikan bertahan hingga kuartal I 2027.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, menjelaskan bahwa masyarakat perlu membedakan antara keberlangsungan fenomena El Nino di tingkat global dengan dampaknya terhadap kondisi iklim di tanah air.

"Dampak El Nino terhadap kekeringan di Indonesia akan selesai dengan masuknya musim hujan yang dimulai bertahap pada Oktober, November, hingga Desember, meskipun fenomena El Nino di Pasifik diprediksi bertahan hingga akhir kuartal pertama 2027," kata dia.

Ardhasena memaparkan, fenomena El Nino merupakan anomali suhu muka laut yang berpusat di Samudra Pasifik dan memiliki durasi siklus panjang yang mempengaruhi berbagai kawasan dunia dengan dampak yang berbeda-beda.

Di Indonesia, dampak utama El Nino berupa penekanan curah hujan dan kemarau panjang akan terhenti begitu sirkulasi angin monsun memasuki wilayah Nusantara dan memicu pembentukan awan hujan.

Sementara pada periode akhir tahun 2026 hingga awal 2027, dampak El Nino yang bertahan di Pasifik akan bergeser memengaruhi pola cuaca dan iklim di belahan bumi lainnya sesuai karakteristik geografis masing-masing kawasan.

Adapun puncak musim hujan diproyeksikan terkonsentrasi pada Desember 2026 (155 ZOM), Januari 2027 (162 ZOM), dan Februari 2027 (190 ZOM), dengan durasi musim hujan pada 482 ZOM diprediksi lebih pendek dari kondisi normal.

Meskipun durasinya lebih pendek, BMKG mencatat akumulasi curah hujan selama musim hujan 2026/2027 pada 510 ZOM (69,7 persen daratan) berada pada kategori normal dan 147 ZOM (18,5 persen daratan) di atas normal.

Untuk itu, BMKG menerbitkan serangkaian rekomendasi lintas sektor, mulai dari penyesuaian jadwal tanam varietas pendek di sektor pangan, optimalisasi daya tampung drainase dan waduk di sektor air serta energi, hingga penguatan mitigasi bencana hidrometeorologi dan penanganan risiko demam berdarah di sektor kesehatan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap mengacu pada pembaruan informasi resmi BMKG terkait transisi musim serta persiapan menghadapi potensi curah hujan di wilayah masing-masing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
Pintar Bareng GoPay, Bekali...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.